Masalah Sampah di Bandung

Masalah sampah yang menggunung di kota Bandung terulang kembali! Sampah menumpuk dimana-mana. (Saya tidak tampilkan fotonya karena bisa bikin mual.) Alasannya karena tidak ada tempat pembuangan sampah akhir. Lah, kok kota lain bisa? How come?

Yang saya heran adalah tidak adanya sense of crisis dari pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab (baca: Pemda). Ini kan sudah hari keberapa masalah sampah belum teratasi. Ini juga bukan pertama kalinya! Apa kerja mereka? Saya tahu ini bukan pekerjaan mudah (karena kalau mudah, nenek-nenek juga bisa – atau memang seharusnya diganti oleh nenek-nenek saja?). Akan tetapi mereka dibayar untuk mengerjakan hal itu. How can they sleep at night?

Di Bandung ada ITB yang memiliki solusi tentang permasalahan sampah. Mengapa mereka tidak diajak untuk memecahkan masalah? Ah, tidak usah ITB, perguruan lain pun memiliki solusi pengolahan sampah. Coba saja hubungi mereka. Kalau saya menjadi pimpinan Pemda, saya akan siapkan uang dan outsource masalah sampah kepada siapa pun pihak yang bisa memberikan solusi. Saya hadir untuk melayani masyarakat, bukan untuk mencari dalih-dalih bahwa tidak ada tempat lah, dan seterusnya. Mengapa kota lain bisa sementara Bandung tidak? Ganti saja pimpinan kota Bandung dengan pimpinan kota lain tersebut. Keuheul pisan aing teh! (Maaf agak kasar karena sudah tidak tahan.)

Ada yang mengatakan bahwa permasalahan sampah ini karena terkait dengan masalah uang. Ah, kalau masalahnya hanya sekedar masalah uang ya gampang. Tinggal ditarik retribusi saja. Oh, lupa … sekarang sudah ditariki retribusi sampah. Lantas kalau tidak ada solusi sampah, kemana uang tersebut? Saya tidak tertarik dengan kemana atau kepada siapa uang tersebut mengalir, yang penting ada solusi terhadap permasalahan sampah. Biar saja ada pihak yang diuntungkan (selama legal dan halal, sah-sah saja ada orang atau perusahaan yang untung) asal saja masalah sampah selesai. Ingat, kalau masalah sampah tidak teratasi maka ada masalah kesehatan (yang notabene duit lagi).

Sekarang … rasanya hanya ada press conference saja. Gak usah ada press conference dan diskusi-diskusi. Eksekusi berbagai solusi saja. Kamana wungkul silaing teh?

Update: Situs web Sampah Bandung 

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

33 responses to “Masalah Sampah di Bandung

  • Arie

    Sebenarnya sekarang para Pemda kan sudah bersatu (Kota Bandung, Kab Bandung, dan Kota Cimahi). Malah status Bandung sudah dinyatakan darurat sampah. (kalo di Yogya darurat Merapi, di Bandung kok darurat sampah ya?)

    Lagi pula, sense of crisis mestinya tidak hanya dimiliki oleh Pemda, tapi oleh warga kota. Karena warga kota juga merupakan ‘pihak yang bertanggung jawab’.

    Dan ah ya, mestinya ‘kamana wae’, bukan ‘kamana wungkul’. :D

  • Budi Rahardjo

    #1. Itulah, kok hanya Bandung yang darurat sampah? Kok kota lain tidak? Berarti kota lain bisa, dong. Mengapa Bandung tidak bisa? Itu pertanyaannya.

    Lho kok warga kota sekarang harus ikut bertanggung jawab? Warga kota sudah ikut bertanggung jawab dengan membersihkan sampah di lingkungannya (tidak membiarkan sampah di got, bertebaran, dll), sudah ikut dalam retribusi sampah. Lantas sampah yang dibereskan oleh warga ini mau dibuang ke mana? Atau dikumpulkan di Gedung Sate dan Balai Kota saja? :D

    Istilah “kamana wungkul” itu merupakan plesetan di antara anak Bandung (dulu dimulai dengan siapa ya? Kang Ibing? atau siapa ya? saya ingatnya waktu masih SMP/SMA.). Sengaja diplesetkan untuk orang yang tidak mengerti Bahasa Sunda, dan malah menjadi guyonan antar orang Sunda sendiri. Tentu saja yang benar secara Bahasa Sunda adalah “kamana wae“. Ini seperti “my body is not delicious”. ha ha ha. :D

    Dan tentu saja tidak sopan menggunakan kata “aing”. :D

    Aing mah, euy …

  • iwa-mayapada

    Lain euy, sayah teh pengen komen di sini bikaos Mas BR ngomong sunda..xixixi… Jadi teu

    nanaon mau ngomong sunda kasar sunda halus, nu penting mah ngomong sunda, sama aja basa

    sunda juga kok…sopan gak sopannya tergantung kita aplikasikan kapan dan di mana..mau

    ‘kamana wae’ atawa ‘kamana wungkul’ sama aja benernya,..sama aja basa sunda juga..yg gak

    boleh itu ngomong jorang kali, ngomong porno,..sebab bisa kena RUU APP he..bisa jadi kayak

    Playboy nantinya..

    jadi begiyeuh sodara sodari, menurut saya mah yg dikoment Mas Ari atawa Mas BR sama ajalah

    benarnya…sebagai sipil yg sama concern soal sampah Bdg. Entah kemana sekarang motto

    Bandung Berhiber, Bersih Hijau Berbunga,…borora’ah,..sekarang mah Bergeleber

    we…Bersampah geuleuh bau meleber..sanes kitu? katanya lagi berubah jadi Bandung

    Bermartabat, beu!! untuk mencari jawaban lebih lanjut lebih baik kita tanyakan saja pada

    rumput yang bergoyang Inul,…xixixixi… :D

    di kab bdg,..di cileunyi-cipacing-rancaekek-dangdeur-jeung sajabana, kebetulan lokasi sayah

    tinggal,..begitu numpuk sampah..berseliweran di pinggir jalan…demikian oge di kota

    bandung,…coba lihat di terminal Leuwi Pondok,aeh sekarang udah Leuwi Panjang,..buset

    Gusti! kayak tumpeng raksasa eta sampah!

    TPA bukan di situh dan juga bukan di sinih,…Konon Walikota Bdg Dada Rosada dan Bupati Bdg

    Obar Sobarna sedang merahasiakan di mana lokasi TPA. Soalnya kalo di-publish bisa bisa

    mengundang prokon..tra, cenah.

    Nah, soal retribusi sampah, para pejabat pemda termasuk dari PD Kebersihan mengeluhkan

    banyak warga yang nggak mau bayar..sementara buat ngurusin sampah itu perlu dana, katanya.

    Ada 40% retribusi sampah itu ilang..kebanyakan karena warga males buat bayar. Kalo mau

    ngandelin dana sampah dari APBD susyah oge,..bisa dapet dari pos mana lagi buat mendanai

    sampah ini? Sementara buat membayar karyawan tukang sampah (PD Kebersihan)aja perlu biaya

    hampir Rp 1 M. Belum lagi ongkos rawat kendaraan.

    Ada baiknya kita lebih arif menyikapi sampah ini. Sayah juga keuheul mah keuheul pisan euy!!

    bagaimana kalo sampah bandung kita ekspor aja ke Amerika? kan lumayan bisa menghasilkan

    devisa,..hhahawawadashgahah..aral aing mah!

    Tapi mending kayak Aa Gym, mulai dari yg kecil2,..untuk kemudian diperbesar dengan swadaya

    masyarakat sendiri, misalnya dengan menggalakkan lagi Jumat Bersih gitulah…kalau memang

    mereka cinta bandung..So, Keep Bandung, beautiful, euy!

    iwa
    urang bandung lieur ku sampah

  • iwa-mayapada

    idiiihh…itu kenapah tulisan sayah jadi kaco balo begitu ya…gara2 diketik di notepad kali,..punten ah!

  • Priyadi

    wah, sugan teh parantos aya nu ngurus. sabulan kapungkur abdi ka bandung teh sampah tos ngagunung dimana-mana.

  • Koen

    Duuh, sia-sia donk ITB ada di Bandung, kalau masih ogah proaktif. Nunggu dihubungi Pemda? Pindah aja ke luar Bandung!

  • Budi Rahardjo

    #6. Proaktif sudah, tapi dicuekin. Memang secara "kultur" ada masalah antara ITB dan Pemda Bandung. ITB yang mungkin terlalu blak-blakan dianggap kurang santun. he he he. :D

    Selain ITB di Bandung kan juga ada UNPAD juga (selain UNPAR, UNISBA, UNPAS, ITENAS, dll. yang dekat-dekat situ) yang pasti juga punya solusi soal sampah. Ah ini mah soal asal mau pasti bisa saja.

    Moto Bandung dulu BERHIBER. BER yang pertama apa coba? BERsih … ironis ya? Tragis! 

  • yanti

    Bandung memang sudah identik dengan sampah sepertinya para petinggi di Pemda nya sudah kebal dan biasa dengan sampah jigana mah. Makanya cuek wae biar sudah ada teguran untuk segera mengangkat sampah, mentri sudah meninjau Bandung lautan sampah masih saja acuh embe apa masih nunggu Pak SBY turun Bandung di tanggal 21 Mei ini ach karunya pisan Bandung teh. Kumaha tah Pak Budi? Sedih nya

  • nug

    banyak juga komentarnya.
    tapi yang saya lihat
    warga di kampus itb aja belum bisa milah sampah
    box sampah warna warni yang dibagi 3 tu kayanya dah jadi 1 tong sampah besar ya?
    huehehhehe
    itb2…..

  • ryo

    TPSna ITB nu dekeut gedung SBM geuning rea runtahna oge. Meni numpuk pissaaan. Cik atuh, ITB mere contohan heula.

  • Budi Rahardjo

    Ya, sebagai warga ITB saya m a l u !

  • comel

    Ya pak Budi sebagai warga ITB mustinya bisa memulainya donk. Paling tidak menyadarkan pemimpin ITB untuk memperhatikan sampahnya sendiri. Kalau ITB yang dilingkungan kecil saja gak bisa mengurus sampahnya sendiri, apalagi Pemda yang harus ngurus orang satu kota.

    Apa nih solusinya pak Budi ? Kalau Pemdanya gak sanggup, apa solusi lain ? Kenapa gak seluruh kampus di Bandung bikin pertemuan dan prakarsa mencari solusi menyelesaikan masalah sampah. Undang Pemdanya dan beri masukan. Kalau sebagian besar kampus di Bandung bersatu dan berniat membantu menyelesaikan masalah … jadi bersikap proaktif (daripada cuman protes saja) … mungkin akan ada perubahan …

    Betul kata iklan sepatu yang bilang … just do it .. :-D

    si comel
    dari gua hantu

  • Budi Rahardjo

    #12. Mau menyadarkan pimpinan ITB? he he he … ngimpi kali ye?
    Sebetulnya sudah kok. Di ITB sebetulnya tempat sampah sudah dipilah menjadi 3 jenis, tapi sudah saya protes karena penanganannya nggak jelas. Ketika diangkut oleh mobil sampah, ketiga jenis sampah itu dicampur lagi. :( Paling tidak, sudah dibangun kesadaran bahwa sebaiknya sampah itu dipilah-pilah.

    Yang protes tentang sampah sudah banyak. Yang bergerak … masih sedikit. Kalau saya ikut bergerak akan aneh, mosok orang komputer ikut-ikutan (sok tahu???) soal sampah. Saya sih menyerahkan saja ke yang lebih kompeten (secara keilmuan). Entah mereka bergerak atau tidak, saya tidak tahu.

  • atmoon

    Masalah sampah memang mestinya menjadi masalah bersama. Toh nyampahnya juga sama-sama. jadi, saya kira memang Warga Bandung satu sama lain harus saling MaWaS DIRI, jangan satu sama lain malah maunya menag sendiri.

    Pada akhirnya, masalah yang muncul memang akhirnya menjadi semakin Riuh dan Rendah karena satu sama lain saling menudingkan telunjung ke ujung Hideung (cuma hideung sapa yang paling gampang hideung yang ngurus sampah). Blom lagi kalu sudah diperbandingkan dan dipertanyakan kemana wae euy : ITB yang kondang ada di Bandung, Unpad ada di Bandung, Aa Gym juga urang bandung, Feyeum juga feyeum bandung…Jadi repot kan kalau disinggung masalah YANG PALING nya.

    Coba kalo kita nunjuk sambil bercermin pasti kaget karena yang ketunjuk kita sendiri yang setiap hari nyampah dan akhirnya sambil menutup hidung nyumpah-nyumpah. Hehehe, jadi lieur khan. Untuk saya sudah lama ndak ke Bdg meskipun pengen banget ngeliat Bandung tlah menjadi Lautan sampah. Beu…Salam buat barudak yang masih di Bandung….

  • comel

    Kalau baru sebagian orang yang merasa sampah menjadi masalah, berarti memang masalahnya belum kritis ;-) Dibutuhkan titik kritis tertentu dimana sebagian besar orang, kalau tidak semuanya, untuk sadar bahwa urusan sampah sudah darurat.

    Jadi mungkin perlu diperbanyak saja buang sampah sembarangannya sampai titik kritis itu terjadi dan semua orang menjadikan hal itu darurat ;-) Baru ada upaya …

    Biasanya kan bangsa kita itu baru bergerak kalau sudah darurat kondisinya … maklum gak punya sense of crisis …

    si comel …

  • Bagus

    Di Pasir Impung (eks TPA yang sudah ditutup), beberapa anggota masyarakat berinisiatif membuat komposter sendiri. Murni swadaya. Sampai saat ini sudah jalan 3 minggu, dan alhamdulillah, beberapa tempat pembuangan sampah pinggir jalan sudah dinonaktifkan, diganti dengan komposter itu. Kompos-nya bisa dimanfaatkan, pemulung jadi lebih mudah mengambil barang-barang bekas karena tempatnya dipisahkan.
    Kalau semua orang berpikir positif, mulai dari diri sindiri, ngapain nunggu pemerintah ?!

  • babi™ inc. » Blog Archive » Bandung = Junkyard?

    […] :D … bukan berarti saya menyamakan Bandung dengan Tempat sampah, tapi .. ada apa dengan Bandung? Minggu ini saya ke Bandung dan di sapa dengan tumpukan sampah dipinggir jalan yang tingginya (bahkan lebarnya) melebihi kendaraan saya!! … terus saya iseng iseng blogwalking .. terus nemu ini , ini dan ini … hi hi hi … mereka bertiga seolah² menyuarakan Bandung … karena notabene blio bertiga adalah warga bandung yang mewakili komunitasnya masing². Tapi, beneran .. saya udah bbrp bulan ini tidak ke Bandung dan pas ke Bandung .. kaget … sampah ternyata terjadi lagi .. setelah bbrp bulan sebelumnya saya cukup kaget liat simpang dago bersih dari PKL, dan jalanan banyak satu arah … tapi teteup weh … jalur FO selalu macet . Tapi bukan berarti saya tidak cinta bandung. Wong jodoh saya dapetnya dari sini juga . kalo ga cinta bandung, ga mungkin saya ngomongin soal sampah yang (sayangnya) terjadi (lagi) di kota Bandung tercinta ini. […]

  • gugus

    Yang diperlukan saat ini adalah orang-orang yang mau bekerja, bukan yang hanya pandai berbicara. Untuk itu, diperlukan kebersamaan dari semua pihak termasuk ulama, cendekiawan, aparat beserta seluruh elemen masyarakat lainnya, bahu membahu menyelesaikan permasalahan sehingga hal ini tidak terulang kembali. Perlu adanya manajemen sampah.

  • iwuy

    kalo ada yg tahu kelompok indie di bdg yg mengelola sampah tolong beri tahu. cp dan no kontak. thnx.

  • hanny

    aduh bantu saya donk lagi buat makalah tentang pengolahan sampah daun. bagian kerangka ilmiah saja saya sudah bingung,,tolong la saya..

  • Tanti

    Dulu….Bdg dikenal sbg BANDUNG LAUTAN API karna terkenal dgn pristiwa masa lampau yg benar” memperjuangkan Bandung. Lalu BANDUNG KOTA KEMBANG karna kota kita ini sangat asri penuh dengan tumbuhan” yang memanjakan mata. Lalu BANDUNG LAUTAN ASMARA karna kerjaan jail yang g bertanggung jawab oleh mahasiswa” Bdg yang katanya mau pinter&dpt kerja yg wajar tapi kok?hal yang memalukan untuk kota Bdg. Lalu BANDUNG LAUTAN FACTORY OUTLET setidaknya bangga karna Bgd jd Trade Centre nya mode buat Indonesia&aset pariwisata yang memanjakan kaum elit tapi sumber ke macetan. Lalu BANDUNG LAUTAN DISTRO hal ini karna banyaknya distro” yg berada di Bdg sama hal nya dgn outlet.
    Dan terakhir BANDUNG LAUTAN SAMPAH wah…wah..wah..Bdg menjadi KOTA METROPOLITAN SAMPAH K-2 (bener gak seh????)ini bukan Pujian tapi kritikan yg harus bener” diberesin ma orang” ya termasuk masyarakatnya sendiri dan pemerintah. Jawabannya simple.
    “Duh sorry pemerintah lagi sibuk ngambil uang rakyat jadi ga ada wkyu buat sampah dah masyarakat aja yg ngatur toh dah banyak orang yg disuruh buat nyapu!!!!kian dah banyak TPA.”
    Ya klo pemerintah mau g mau masyarakat aja yang kerjain (tapi ga ada yang kerjain)
    Lanjuti ntar ah…..

  • resyiagani

    mohon bantuannya makalah tentang sampah ditinjau dari psikologis, email:resyiagani@yahoo.co.id. Terima Kasih.

  • agus

    mana perumusan masalah tentang sampahnya???????
    Q lagi nyari tugas nih

  • mieluvearth

    aduh….
    sampah…
    pengen bikin artikel tentang sampah…tapi bingung….

  • deden

    1. Di ITB sih budaya buang sampah pada tempat dan memilah sampah plastik dan non plastik sudah ada tuh, tapi sayang sampah pemungut sampah alias tukang ambil sampah yang pakai truk truk itu ngecampur aja, jadi percuma dong mahasiswa ITB sudah buang sampah.

    2. Kemaren anak ITB bagikan anti-plastic bag, tuh sebagai sebagai solusi klo plastik alias kresek itu dikurangi…

    3. Masalah sampah, semua juga juga bertanggungjawab, soba tebak klo ke tong sampah, jenis plastik apa aja yang mendominasi, pasti kemasan makanan, plastik/kresek hitam. Sebenarnya, para produsen makanan kemasan juga turut ambil bagian dalam memproduksi kemasan, apakah dapat mencemar atau tidak, tapi sekarang merek ajuga sudah mulai sadar, toh banyak kuis undian di TV, kumpulkan bungkus kemasan ini dan itu sebanyakbanyaknya biar dapat mobil. Nah, ini cuma metode sederhana saja buat mengurangi sampah kemasan makanan oleh pihak produsen.

    4. Sekarang tentang PLTSa, alias pembangkit listrik tenaga sampah, kemarin warga2 ngotot mo buat nih PLTSa, padahal kalian tahukan GEOGRAPHI BANDUNG ITU BAGAIMANA?

    5. Bandung tuh sudah termasuk daerah yang berpolusi tau ga, ditambah lagi struktur bandung sendiri adalah CEKUNGAN diantara pegunungan di sekitar, makanya klo mo bangun PLTSa tuh jangan di Bandung, nanti asap dari pembakaran untuk knoversi ke elektrik malah menyelimuti Bandung, so Bandung berembun bukan karena FRESH AIR melainkan asap polusi dari PLTSa, mau?

    Solusi….

    Sederhana banget, sudahkah kita membuang sampah dengan benar? Sudahkah kita memilah sampah dengan baik, terutama sampah busuk, sampah tidak mudah berbusuk, dan sampah ELEKTRONIK?

    Kalau sudah…

    Sudahkah PEMDA setempat menyiapkan sarana sampah tersebut, seperti tong sampah yang layak? truk pengangkut sampah yang layak?

    Kalau sudah, sudahkah pemda setempat trurut mencari lahan yang tepat untuk “soil waste” (BAK PENAMPUNGAN SAMPAH YANG TEPAT).

    DARI MEIMLAH SAMPAH YANG TEPAT HINGGA SOIL WASTE YANG JUGA TERINTEGRASI TERHADAP JAENIS SAMPAH INI.

    Wah, tinggal kreatif kreatif aja memanajemen sampah… mo sampah busuk jadi kompos? silahkan… intinya sih ya 3R, REUSE, REUSE, & RECYCLE…

    Duh, capek deh ngomong terus, klo ngomong ya gampang, tapi implementasi mesti berkesinambungan, dan tanggung jawab semua, memang sulit sih mencapai Bandung yang bermartabat? karena sulit, jadi perlu langkah kreatif dan semua untung, semua senang…

    // ini baru limbah mayarakat loh ya…

    sekian sekilas info. deden/ 13306051

  • Muhamma Nurdin

    Assalamu alaikum wr,wb

    Salam…………………………….

    SAMPAH MUSUH ATAU TEMAN LINGKUNGAN KITA ???

    Sampah sampai saat ini dianggap sebagai musuh lingkungan hidup dan menjadi permasalahan yang sulit untuk di atasi dari berbagai pihak mulai dari pemerintahan di suatu daerah sampai kepada pencinta lingkungan hidup dan sampai kepada ahli kesehatan menggap bahwa sampah adalah musuh yang harus di basmi

    Untuk mengatasi masalah sampah, ada upaya yang harus dilakukan yaitu mengubah anggapan bahwa sampah itu bukanlah musuh bagi masyarakat atau lingkungan akan tetapi sampah merupakan teman bagi kita.

    Awal adanya sampah bermulai dari diri kita sendiri bungkusan jajanan yang kita makan tanpa di manfaatkan merupakan sampah, bekas bungkusan belanja atau barang-barang kebutuhan rumah tangga mulai dari plastic, kardus, tali, karet, dll jika tidak dimanfaatkan dapat menimbulkan sampah.

    Jika kita mau memanfaatkan apa saja dapat bermanfaat apa saja : kertas bekas, karet bekas, ban bekas, kardus bekas, tas bekas, besi bekas, seng bekas, papan bekas, dll, bahkan sisa makanan juga bermanfaat coba bayangkan amuba, bakteri sebagai mahkluk pemisah yang sengaja di ciptakan ALLAH berfungsi memisahkan sisa-sisa makanan yang sehingga tanah tetap menjadi subur agar tanaman PAK TANI tumbuh subur ( PUPUK KOMPOS ).

    Jadi yang perlu bagi kita bahwa :
    1. Jangan buang sampah di sembarang tempat
    2. Minimalkan produksi sampah diri atau rumah tangga
    3. Manfaatkan sampah yang ada di rumah tangga atau di lingkungan kita
    4. Pisahkan antara sampah kering dengan sampah basah
    5. Buang atau salurkan sampah yang dapat dimanfaatkan
    6. Jadikan sampah sebagai sumber pemasukan atau amal dengan menjual kepada penampungan barang-barang sisa atau berikan kepada tukang pencari NASI BUSUK ATAU BOTOT ( TUKANG BOTOT SIAP MENAMPUNG SAMPAH ANDA )

    MANFAATKAN SAMPAH JANGAN BIARKAN SAMPAH BERSERAKAN DI LINGKUNGAN KITA
    ……Kasihan sampah………
    Rumah yang bersih tanpa sampah bukanlah rumah yang hebat jika sampah rumah kita tersebut kita buang di pinggir jalan atau di lingkungan orang lain akan tetapi rumah yang hebat adalah yang memanfaatkan sampah di rumahnya……

    JADI SESUATU YANG BERGUNA BUKANLAH SAMPAH TAPI KAWAN YANG MEMBERI BANTUAN PADA KITA

    YANG TIDAK BERGUNA ITULAH SAMPAH

    APA SAJA DAN SIAPA SAJA YANG TIDAK BERGUNA BAIK BAGI DIRINYA, KELUARGA, LINGKUNGAN ATAUPUN MASYARAKAT ADALAH SAMPAH
    SEKARANG YANG MUSUH BAGI KITA SEBENARNYA SAMPAH MASYARAKAT

    Penulis

    Muhammad Nurdin
    Akr6675Center

  • yudhi

    itb nggak bisa milah emang bener, tapi coba tanyakan kepada diri kita sendiri juga, bisakah kita milah sampah di rumah kita? ya klo itb nggak bisa milah karena kurang canggih kayaknya tong sampahnya (he…bercanda oge)….

  • Rizky

    Mungkin kompos salah satu penanganannya yang efektif

  • Cardiyan HIS

    Persib kalaut dan gelagatnya pengurusnya yang orang-orang Pemda Kodya Bandung sudah patah arang. Ini pada satu sisi agaknya merupakan berita baik. Yakni Pemda Kodya Bandung akan mulai bekerja penuh untuk membereskan sampah Bandung yang dari ke hari terus menggunung. Persib dilupakan dulu barang sebentar sampai dapat duit dari investor alias Rakyat Jawa Barat dan Banten.

  • romy

    kami menyarankan ada solusi alat pemusnah sampah di :

    ” teknologitpa.blogspot.com ”

    itu ada yang sudah membuktikan dan hasil 99% sampah baik basah maupun kering bisa habis terbakar tanpa menggunakan bahan bakar jenis apapun.

  • salikun

    benar sdr.romy,saya pembuat alat pemusnah sampah tanpa bhn.bakar tsb,sdh banyak yg.ku buatkan dan semuanya berhasil berjalan sbg.mestinya,dan betul2 dpt mengatasi sampah,krn.sampah yg.hadir setiap hari kalo toh diolah mana sih pengolahannya.paling2 yg.di pungut pemulung,itupun diambil yg.diperlukan saja sisanya masih banyak sekali,dan krn.datang terus dan achirnya ya menggunung shg.bau,kotor menjijikkan maka cara yg.saya lakukan itu sgt tepat sekali,hanya saja semua yg.sdh saya bikinkan kok ya kelompok swasta saja,achirnya sampah yg.dikelola swasta lebih bagus dari pengelola sampah lainya,teknologitpa.blogspot.com tdk perlu diragukan kedasyatannya dlm.mengatasi sampah,meskipun tanpa bhn.bakar apapun pembakarannya sgt.besar dan luar biasa tak perduli sampah apapun basah sekalipun,bahkan buah2 busukpun musnah jadi abu.

  • 13

    Masalah utama sekarang adalah….. gimana cara nyadarin semua warga bandung tentang daruratnya sampah. mungkin perlu kaka kaka semua dateng ke tempat-tempat (misal: sekolah) buat ngadain penyuluhan (atau apalah itu). pengalaman saya sebagai pelajar, kalau satu angkatan langsung di ceramahin tentang sampah dalam satu ruangan dan satu atau dua orang, yakin! ga ada yang ngerti, malah ada yang gatau ada yg lagi ngomong kali. jadi mungkin harus satu kelas minimal 1 org yang bicara (yaiyalahya) atau mungkin satu orang buat 10 org (ngerti kan?). Mulai dari masyarakat yang kira-kira bisa diajak kerja sama dan semangatnya menggebugebu (misal: anak sd – smp). Dan seterusnya…. saya gatau lagi.
    thanks

  • SAMSOL BAHRI

    Competition is so tiring but we will be left behind if does not participate in the competition

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.939 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: