Antara 0 dan O

Anda bisa membedakan antara angka nol dan huruf “o”? Hayo …

O atau 0

Akan susah bagi kita untuk membedakan keduanya jika mereka tidak berada dalam sebuah konteks yang jelas. Kalau konteksnya adalah sebuah kata, mungkin kita bisa menebak apakah dia O atau 0. Yang repot itu adalah kalau dia muncul dalam urutan yang tidak jelas, seperti misalnya kode pesawat, kode buku, atau sejenisnya yang memperkenankan campuran angka dan huruf.

Bagaimana untuk membedakan keduanya? Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan garis miring dari kiri bawah ke kanan atas. Dalam pemahaman saya, yang mendapat “hadiah” garis ini adalah angka nol. Huruf “O” tetap polos tanpa apa-apa.

Hanya saja saya menjadi gamang karena melihat penggunaan yang terbalik (menurut saya) dalam plat nomor mobil di Indonesia. Berikut ini merupakan foto salah satu contoh penggunaan 0 di plat nomor mobil.

Rasanya salah deh penggunaan O coret itu. Itu angka nol, bukan huruf O. Bagaimana menurut Anda? Apakah pemahaman saya yang salah?

Kalau pemahaman saya benar dan penggunaan O coret di atas itu salah, bagaimana memperbaikinya ya? Eh, siapa yang mengelola pelat nomor tersebut? Kepolisian atau Samsat atau siapa ya?

Berikutnya adalah “I” dan “l”. Hayo, yang pertama itu apa dan yang kedua itu apa?

21 pemikiran pada “Antara 0 dan O

  1. Memang kalau menurut calculator saya yang jaman jebot (FX-880P) sudah dibedakan pakai yang dicoret nolnya. Dengan demikian saya paham dikit deh …

    Cuma untuk pertanyaan yang kedua, saya bingung. Test: l(el kecil), I(i besar), 1 (satu).

  2. Orang IT mudah aja mjawabnya pak, bukankah bisa digunakan fungsi isnumber() dan yg smacamnya. Atau untuk kasus I dan l, pake aja fungsi upper().
    He he.. Ini tentu solusi joke aja… 🙂
    Apa di aksara lain misal arab bakal tjadi gitu juga ya.. 😉

  3. Kalau orang seperti pak Budi memang terbiasa dengan angka nol yang diberi tanda silang untuk membedakan dengan huruf O. Sedangkan bagi polisi, mungkin memiliki aturan yang berbeda. Bagi mereka untuk membedakannya malah huruf O yang disilang. Ketika dua latar belakang ini bertemu, maka terjadilah “chaos” 😀

  4. lho, di plat nomer itu emang nol pak bukan O
    samsat nya keabisan huruf, makanya dipake angka ..

    kalo bedain 1 (satu) dengan l (l kecil) dengan I (huruf i) .. harus pake font yang jelas, jangan pake courier new 😀

  5. Dulunya huruf O sangat dihindari karena akan membuat rancu dengan angka didepannya…… apalagi kalau Nomor didepannya kurang dari 4 angka…. Namun sekarang ini sepertinya pak polisi dah kehabisan stok Nopol….. akhirnya pada keluarlah huruf2 yang dihindari sebelumnya…. termasuk I, Q …. yang juga mempunyai potensi kesalahan pembacaan pada saat terjadi tabrak lari / hal2 lain….. nah dari pada narik semua plat No. yang mengandung angka Nol yang sudah digunakan….. lebih mudah menambah coretan pada huruf O-nya pada nomor2 baru….. CMIIW……..

  6. Kalau memang yang di belakang itu angka nol, mengapa angka nol di bagian angka tidak pakai coret juga. Jadi membingungkan. Coba deh perhatikan. Kalau pas di bagian angka, belum pernah menemukan nol yang pakai coret. (Sayangnya saya tidak punya foto untuk menunjukkan yang ini.)

    Jadi … kalau nol di bagian angka tidak dicoret, kalau nol di bagian belakang dicoret. Gitu? 🙂 Kan malah jadi tidak konsisten.

  7. Masalahnya, angka 0 di plat nomor itu dari dulu tidak memakai coret. Mungkin itu pertimbangan pak polisi memakai coret sebagai huruf O, meskipun penggunaannya sama sekali salah. Saya ingat tata cara penulisan ini waktu belajar bahasa C 🙂

  8. Koq Pak Budi pinter ngeramal sih? Barusan saya kebingungan mengisi keycode blog teman yang menyuruh saya menulis “d00d00”, apakah nol atau O. Bingung.

  9. Seharusnya yang dicoret itu angka 0 (nol, bukan kosong).
    http://pelangiku.wordpress.com/2007/04/16/nol-bukan-kosong/
    Sedangkan yang huruf O tetap bolong.
    Untuk angka 7 (tujuh) pun kadang ada yang menulis dengan dicoret.

    Berikutnya adalah “I” dan “l”.
    –> Kita perlu jenis font yang bisa membedakan antara huruf “i” besar, “el” kecil, dan bahkan angka “1” (satu). Yang sampeyan tulis tersebut adalah huruf “i” besar dan “el” kecil. Ya nggak? Ya dong.

  10. Seharusnya yang dicoret itu angka 0 (nol, bukan kosong).
    http://pelangiku.wordpress.com/2007/04/16/nol-bukan-kosong/
    Sedangkan yang huruf O tetap bolong.
    Untuk angka 7 (tujuh) pun kadang ada yang menulis dengan dicoret.

    Berikutnya adalah “I” dan “l”.
    –> Kita perlu jenis font yang bisa membedakan antara huruf “i” besar, “el” kecil, dan bahkan angka “1” (satu). Yang sampeyan tulis tersebut adalah huruf “i” besar dan “el” kecil. Ya nggak? Ya dong.

  11. Bener banget pak BR, waktu beli motor pertama saya taun 2001 saya mulai merhatiin dan gemes, “kok huruf O nya pake garis miring?” perasaan dulu waktu diajarin algoritma pemrograman sama pak Warsoma Djohan pernah dikasih tau kalo bikin angka 0 pake garis miring, bgitu kesepakatan diantara ahli math, katanya.
    ayo kita campaign “Balikin Garis Miring ke Angka 0 !!” 😀

  12. ya.. kemaren pas merhatiin mobil saya waktu ngebengkel..ternyata Nopol mobil saya ada huruf O dicoret nya juga…nggak ngeh kalo nggak baca blog nya Om BR..

  13. sebetulnya yg ditulis itu NOL (0), cuman trus sadar kalo salah, kalo di belakang itu harus O, jadinya dicoret saja NOLnya, jadilah NOL dicoret itu huruf O

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s