Author Archives: Budi Rahardjo

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku

Internetan di Manila

Akses internet sudah merupakan kebutuhan primer saya. hi hi hi. Jadi, kalau pergi ke sebuah tempat maka yang dicari adalah akses internet. Nah, minggu lalu saya harus ke Manila, Filipina. Bagaimana akses internet dan telepon di sana?

Kasak-kusuk sana sini, saya menjadi tahu bahwa dua operator seluler yang menyediakan layanan internet di Filipina adalah Smart dan Globe. Sesampainya di airport, saya langsung cari tempat jualan kartu SIM. Ada. Eh, saya ditawari kartu SIM dengan internetan Smart dengan harga 1000 pesos. 1 Peso itu sekitar Rp. 300,-. Jadinya itu Rp. 300 ribu. Wah, mahal banget. Rasanya saya baca-baca tidak segitu. Tidak jadi beli.

Setelah check-in ke hotel, saya mencari tahu tempat membeli SIM card. Katanya bisa dibeli di Seven Eleven. Maka pergilah saya ke sana.

Ternyata memang kartu SIM dijual di Seven Eleven. Hanya saja yang jualan di sana lebih familier dengan Globe tetapi yang ada Smart. Katanya itu juga untuk nano SIM. Saya coba lihat paketnya yang Smart itu. Harganya 100 pesos dan packaging-nya bisa untuk kartu biasa, mikro, dan nano. Kartunya bisa dipotong-potong sampai jadi nano simcard, tapi orisinalnya sih dalam ukuran yang biasa. Yang jualan tidak yakin. Ah, nekad saja saya beli. Toh harganya kalau dikurskan menjadi Rp. 30 ribu. Oke lah.

Saya pasang SIM card itu di handphone Android saya. Jalan! Yes! Isinya ada pulsa sebanyak 40 pesos (atau 50 ya? saya lupa). Nah mengaktifkan internetnya bagaimana? Di bungkusnya tidak ada instrukusi untuk internetan, tetapi saya ingat komentar beberapa rekan di twitter dan facebook saya bahwa kita bisa langganan “unlimitted”(?) internet untuk sehari dengan mengirimkan instruksi  “Unli 50″ via SMS ke “211”. Dia akan mengambil 50 pesos.

Di Seven Eleven itu juga ada mesin top-up, yang bentuknya seperti mesin ATM kecil. Saya ke mesin itu dan melakukan top-up sebanyak 60 pesos (18 ribu rupiah) dan membayarkan ke kasir. Maka pulsa saya cukup untuk berlangganan internet itu. Saya kirimkan “Unli 50″ ke “211”. Internet siap! Yes!

Besoknya saya harus kirimkan SMS itu lagi untuk mengaktifkan internet untuk hari itu. Dan seterusnya. Lumayanlah bisa internetan dengan relatif “murah” di Manila (Filipina).

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang mau internetan di Filipina.


(Hampir) Seminggu Tidak Ngeblog

Sebagai seorang Indonesia, pertama-tama, saya mohon maaf karena hampir seminggu ini saya tidak ngeblog. (Orang Indonesia biasanya memulai sesuatu dengan minta maaf. hi hi hi.) Hampir seminggu ini saya berada di luar negeri mengikuti konferensi security di Manila, Filipina.

Sebetulnya acara di Manila hanya dua hari, tetapi perjalanan menuju dan kembali dari sananya lebih lama. Masalahnya, saya tinggal di Bandung dan menuju Manila dari Bandung itu ternyata tidak mudah. Skedul sambung menyambung pesawat itu membutuhkan waktu. Perjalanan dimulai hari Senin dari Bandung menuju Singapura. Berangkat siang hari dari Bandung dengan menggunakan Air Asia. Menginap dulu di Singapura karena pesawat Singapura – Manila (menggunakan Jetstar) berangkat pukul 6:30 pagi. Keesokan harinya, Selasa pagi, saya berangkat ke Manila. Perjalanan Singapura – Manila membutuhkwan waktu 3 jam.

Konferensi security di Manila berlangsung dua hari, yaitu hari Rabu dan Kamis. Saya akan ceritakan isinya di tulisan yang lain ya. Setelah selesai acara, Jum’atnya saya terbang lagi dari Manila ke Singapura. Seharusnya saya menggunakan connecting flight menuju Bandung, tetapi bandara Bandung masih ditutup karena terkait dengan acara Konferensi Asia Afrika (KAA). Akibatnya pesawat saya dibatalkal. Saya menginap lagi di Singapura. Baru besok paginya, Sabtu, terbang lagi dari Singapura ke Bandung. Phew. Hampir seminggu di luar negeri. Total perjalanan empat (4) hari, sementara acaranya sendiri hanya dua (2) hari. Nah tuh.

IMG_8044 flight schedule

Selama di perjalan waktunya mepet untuk ngeblog. Demikian pula pas di acaranya, saya menjadi chairman (yang pada intinya adalah moderator, time keeping, dan yang memastikan acara berjalan). Saya harus fokus kepada presentasi semua peserta. Tidak ada waktu untuk ngeblog. (Tulisan ini pun baru bisa saya buat setelah melewati tengah malam.)


Masalah Kejahatan Internet di Indonesia

Minggu ini saya diminta untuk memberikan presentasi mengenai “recent internet crimes in Indonesia”. Nah sekarang saya sedang mengumpulkan materi (poin-poin) untuk pembahasan itu. Isinya kira-kira:

  1. Internet threats in Indonesia;
  2. Case studies of internet crimes in Indonesia;
  3. Internet and terrorism in Indonesia.

Untuk poin pertama, saya akan mengambil data dari ID-CERT. Isinya terkait dengan statistik serangan dari / ke Indonesia. Kayaknya masih ada tuduhan bahwa Indonesia termasuk negara yang paling banyak menyerang Akamai. (Membutuhkan link2 dan data / statistik untuk ini.)

Untuk yang kedua, enaknya contoh kasus yang diangkat apa ya? Apakah kasus pembobolan internet banking yang baru-baru ini terjadi? Apa lagi ya yang menarik untuk diangkat?

Nah untuk poin ketiga, tentang terrorism, saya masih mikir. Kalau kasus dengan ISIS dan internet di Indonesia ada gak ya? Kalau keributan soal pemilihan presiden, anti aliran tertentu, penajaman perbedaan (agama, aliran, dll.) yang bertujuan untuk menghancurkan Indonesia dan sejenisnya apa mau dimasukkan ke sini saja? Kemudian ini dikaitkan dengan inisiatif pemerintah untuk memblokir situs-situs tertentu. Begitu?

Ini jadi semacam crowdsourcing gini … hi hi hi.


Masalah Band Amatiran

Ada dua hal yang paling susah dalam band amatir ketika manggung, yaitu (1) berhenti bersamaan di akhir lagu, dan (2) recover kalau ada kesalahan dalam memainkan lagu. Mari kita bahas yang pertama dahulu, berhenti bersamaan.

Dalam memainkan lagu, memulai secara bersamaan itu relatif lebih mudah. Cara paling gampang adalah kita menghitung, satu dua tiga dan jreng. Mulai. Namun kadang memulaipun bermasalah. Nah, kalau mulainya sudah bermasalah ini tanda-tanda akan bermasalah seterusnya. he he he. Biasanya sih ini tidak masalah.

IMG_7929

[Foto Gen81 Band manggung di Ganesha Night, 17 April 2015]

Lagu sudah mulai dimainkan. Kesulitan muncul pada saat akan berhenti. Bagaimana berhenti di akhir lagu? Ada banyak lagu yang aslinya berhenti dengan menggunakan fade out. Makin lama, makin kecil volume suaranya. Kalau manggung, ini tidak bisa dilakukan. Berhenti harus jreng! Harus bersamaan. Itu susahnya. Sering ada yang berhenti duluan dan ada yang masih mau terus. he he he. Kelihatan repotnya band amatiran itu di sini. hi hi hi.

Yang lebih repot lagi adalah kalau ada kesalahan dalam memainkan lagu. Misalnya ada bagian yang harus dimainkan 4 bar. Eh, ini baru 2 bar ada yang sudah pindah ke bagian lain. Nah lho. Bagaimana pemain musik lainnya? Apakah kemudian memaksa untuk memainkan 4 bar? Yang salah ngikut? Atau justru yang lainnya menjadi ngikut hanya 2 bar saja? Masalah recover kalau ada kesalahan itu merupakan yang sering dihadapi. Band yang baru, amatir, biasanya kacau balau kalau ini terjadi. hi hi hi.

Jika dua hal di atas bisa diatasi, maka band terlihat relatif bagus. Setidaknya, kompak! Dan kompak itu susah.


Belajar, Belajar, dan Belajar

Saya memang senang belajar. Apalagi kalau yang dipelajari tentang komputer. Wah, senang sekali belajarnya. Maklum, nerd.

Nah, minggu lalu saya belajar pemrograman bahasa Swift untuk iOS (itu lho, yang dipakai oleh iPhone, iPad, dan saudara-saudaranya). Bahasa Swift mirip dengan Objective-C dan ternyata masih bergerak spesifikasinya. Dukungan dari Xcode juga masih belum maksimal. Masih ada glitches di sana sini. hi hi hi. Tapi, secara keseluruhan sangat menarik. Bahkan saya ingin buat command-line twitter client dengan menggunakan Swift ini.

IMG_7810 BR swift 1000

Terlihat di foto atas, meskipun saya pusing tujuh keliling, saya tetap tertawa. Ha ha ha. Eh, jangan-jangan ini tertawanya orang gila ya? Tapi yang lain pun ikutan tertawa kok. Itu di depan saya, Andry Alamsyah, juga tertawa. Seriously, it was so much fun.

Belajar yang fun itu menyenangkan.


Lomba Membuat Software Berbasis Open Source

Bagi para pengembang aplikasi (software), ada lomba membuat software berbasis open source yang diselenggarakan oleh IBM. Saat ini sudah banyak framework untuk pengembangan software yang berbasis open source. LAMP – Linux, Apache, MySQL, PHP – merupakan salah satu contohnya. Berbasis LAMP ini, Anda dapat membuat software apapun. Selain LAMP, tentunya masih ada platform-platform open source lainnya yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi.

IMG_7677 BR IBMHadiah untuk pemenang lomba ini lumayan juga. Selain uang, ada juga potensi softwarenya dipasarkan oleh IBM kepada klien-kliennya. ini kesempatan besar untuk mempromosikan produk Anda. Oh ya, sebelum itu juga akan diajari untuk melakukan fine tuning softwarenya untuk platform IBM Power System. Asyik.

Informasi lengkap mengenai lomba ini dapat diperoleh dari situs Developer War Day (devwarday). Minggu ini adalah batas akhir pemasukan dokumen; 18 April 2015. Aplikasi / software belum harus jadi sekarang juga. Nanti ada waktu (hampir 3 bulan) untuk mengembangkannya.

Ayo. Tunjukkan kemampuan kalian dalam mengembangkan software! Bahwa kita di Indonesia ini merupakan jagoan-jagoan software juga.


Siapa Yang Mau Harga Naik?

Salah satu keluhan (kritikan) yang banyak muncul akhir-akhir ini adalah tentang kenaikan harga. Dan tentu saja yang disalahkan adalah pemerintah. Maklum, siapa lagi yang bisa disalahkan? hi hi hi.

Ada satu hal yang mungkin terlalu sepele sehingga terlupakan: tidak ada orang yang suka harga bahan pokok naik.

Jangankan orang yang gak punya duit, yang kaya dan punya duit sekalipun saya yakin tidak suka adanya kenaikan harga bahan-bahan pokok. Semua orang punya keluarga dan kadang pegawai (yang membantu pekerjaan). Pastinya semua orang akan merasakan dampak dari kenaikan harga. Jadi, orang yang kayapun akan pusing tujuh keliling.

Pilihan untuk menaikkan harga bukanlah pilihan yang mudah. Ini adalah pilihan yang tidak populer bagi para politisi dan sangat kritis. Jika ada pilihan lain, pastilah mereka akan pilih yang itu karena ini akan berimbas bagi kepopulerannya. Jadi, mengatakan bahwa menaikkan harga adalah jalan yang termudah menurut saya sebetulnya tidak demikian.

Saya juga yakin yang memberikan kritik juga tidak serta merta tidak berusaha. Usaha banyak dilakukan tetapi terkendala dengan kondisi ini. Harga yang naik.

Poin saya sebetulnya adalah ini, bahwa kita bersama-sama menghadapi masalah ini karena masalah ini bukan masalah Anda saja tetapi masalah kita semua. Semoga kita diberi kemudahan untuk melalui masalah ini.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.227 pengikut lainnya.