IT Monoculture

IT monoculture adalah suatu kondisi di mana perangkat, server, software, dan seterusnya berasal dari satu jenis yang sama. Analogi ini dicontek dari dunia biologi. Masalahnya – juga dicontek dari dunia yang sama – adalah jika terjadi sebuah penyakit (misalnya virus, malware), maka semua perangkat bisa terserang dan layanan menjadi terhenti. Tewaslah semua server itu.

Pengelola sistem teknologi informasi biasanya menyukai monoculture karena lebih mudah untuk dikelola. Sistem yang terlalu bervariasi akan lebih sulit dikelola; dibutuhkan banyak orang untuk mengelolanya, konfigurasi yang bervariasi, dan lain-lain. Jadi monoculture memang memudahkan … jika tidak ada masalah :)

Topik ini biasanya saya ulas di dalam kelas security saya. Nah, ternyata topik ini menjadi bahasan utama di edisi Januari/Februari 2009 dari majalah IEEE Security & Privacy. [snapshot gambarnya menyusul. link juga menyusul.] Menarik sekali pembahasan pro dan kontranya.

Kalau menurut Anda bagusan mana, monoculture (sama semua) atau heteroculture (beda semua)?

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua yang ditulis oleh Budi Rahardjo

17 Tanggapan to “IT Monoculture”

  • petra

    kalo punya desktop iMac, notebook MacBook, telpon iPhone, mp3 player iPod, dst dst….

    sepertinya keren malah :D

  • Ronald Rianda

    pertanyaan saya: selain kemudahan maintenance & biaya, hal apa lagi yg harus dipertimbangkan untuk menerapkan it monokultur-nya?

  • ophay

    Menurut saya, bagusan HETEROCULTURE, sebab kalo pake dari produsen2 yang berbeda tentu juga beda bug nya,..
    karena berbeda bug,..maka sistem itu sendiri akan susah untuk di lumpuhkan….

    Gimana…?

  • Willy

    Hetero dong pak, biar bisa beranak pinak. Sama seperti manusia, kan tidak melulu cowok semua, ada perempuannya juga :mrgreen:

    Serius : Selain masalah keamanan, kalau monoculture kita jadi “sandera” vendor. Padahal sudah bayar ini, bayar itu, izin ini, izin itu, ealah ndak ada jaminan sistemnya aman dan ndak buggy

  • Rizki Ardiansyah

    heteroculture dong pak biar dapat experience berbagai produk dan tidak tergantung ke satu vendor aja. Dari segi keamanan juga lebih bagus walaupun sedikit repot ya tapi setimapal lah…

  • galihsatria

    Hetero, tetapi memiliki satu basis yang dominan sehingga tidak terlalu repot mengurusinya.

  • Koen

    Kita copy cara Tuhan mengevolusikan manusia :) . Ada cowok ada cewek; ada (cuma) 4 golongan darah (sebagai security atas serangan berbagai virus); ada beberapa kategori lagi. Menariknya, semuanya interoperable, dengan penataan platform yang menarik.

  • M.Fazid

    yang perlu di pikirkan lagi adalah masalah interkoneksi/hubungan antar perangkat jika perangkat tersebut adalah heteroculture.

    jangan sampe udah cowok + cewek, tapi suka bertengkar, nda jadi pasangan deh, hehehehe.

  • Ki Syafrudin

    Baik monoculture ataupun bebas sebebasnya, keduanya punya dampak negatifnya yang lumayan.

    Menurut saya lebih baik: Selective Hetero-culture.

    Jadi tetap tidak boleh dibebaskan, harus ada pembakuan dari perusahaan, tapi sifat bakuan tidak monopoli, melainkan menyediakan pilihan.

    Contohnya OS: boleh pilih Windows 2000 atau Ubuntu Linux atau MacOS X, tapi tidak yang lainnya.

  • saya sajah

    tergantung cara pandang seseorang, ada yang monoculture ada yang hetero kultur, ada yang dont care. tapi saya lebih milih yang stereo kultur sajah kalo ada,…

  • saya sajah

    Punya main frame IBM system z10 (apakah monoculture hardware? kk) kayaknya lebih keren daripada punya Macbook + iMac + iPod + iPhone.

  • rochmatsalim

    Tergantung dari usernya juga dong…, Kalau untuk user yang awam enakan yang mono.
    Kalau untuk user yang non awam ya hetero lah….
    Kalau untuk produsen pilih yang mono aja sebab lebih murah ongkos produksinya.
    Kalau untuk kemajuan iptek ya hetero aja.
    Atau kalau mau seperti kita ya MONODUALISME….

  • stipjop

    bagusan ngopi di strabuk kaleee….

  • Emanuel Setio Dewo

    Hetero lebih baik.

    *sok tahu mode: ON*

  • Noe

    hetero pak..

    yg berbau server, OSnya dibedakan dengan komputer yg digunakan oleh user2 di kantor…:)

    klo user2 di kantor, mending OSnya di HOMO-kan…soalnya klo ada satu yg gak ngerti bisa nanya temen yg lain, gak harus dikit2 manggil admin :D

  • panggung

    dengan monoculture pengelola sistem selalu mengikuti semua aturan yang sudah diberikan oleh pengembang software maupun hardware, jadi mereka tidak bisa mengembangkan kreatifitasnya apabila perangkat terserang ataupun layanan drop. Berbeda dengan heteroculture pengelola sistem bisa berkreatif untuk menjaga sistem agar tidak terserang ataupun drop, contohnya dengan memakai linux.

  • network_pirates

    ya ndak usah mekso pak, kalo adanya hetero ya hetero, kalo vendor yang dipilih lengkap and bagus ya pake homo. Apa sekalian ekstrim saja, ya pake swipoa, ya pake IBM xseries, ya pake casio fx series. heheh…. Kalo menurut saya, ya tergantung awal rembugan, jangan sampe keluar dari roadmap yang sudah dibuat.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 542 pengikut lainnya.