Kemarin (Kamis, 14 Desember 2006) dan hari ini saya (bersama dengan pak Dimitri Mahayana dan pak Arry AA) kembali memberikan presentasi di acara Sharing Vision. Topik yang kami usung kali ini adalah tentang Outsourcing di Indonesia dan prediksi di tahun 2007.

Secara umum tingkat outsourcing di dunia dan juga di Indonesia terus meningkat. Hasil survey yang dilakukan oleh tim Sharing Vision dan hasil survey dari beberapa publikasi di luar negeri hampir sama, hanya berbeda 2 %. Namun ternyata alasan utama untuk melakukan outsourcing di Indonesia dan di luar negeri berbeda. Alasan utama untuk melakukan outsourcing di Indonesia adalah karena tidak adanya sumber daya yang mampu mengerjakan, sementara di luar negeri alasan utamanya adalah untuk efisiensi biaya (yang artinya sebetulnya internal perusahaan memiliki kemampuan akan tetapi lebih mahal jika dikerjakan sendiri). Nah, ini cukup mengkhawatirkan karena salah satu prinsip dari outsource adalah kita tetap harus mampu mengendalikan outsource ini. Jika kita tidak mempunyai sumber daya yang mengerti (mampu mengerjakan), maka bagaimana kita bisa mengendalikan?

Hal yang paling lazim dilakukan outsource adalah pengembangan aplikasi. Dalam hal ini Indonesia sama dengan luar negeri. Ternyata di Indonesia sudah ada beberapa perusahaan yang meng-outsource-kan komputer desktop-nya. Ini juga menarik.

Ada banyak lagi yang ingin diceritakan, tapi saya harus bersiap-siap memberikan presentasi tentang Digital Rights Management (DRM) pagi ini. Sampai ketemu di acara Sharing Vision selanjutnya.