Aturan menulis blog?

Apakah ada “aturan” atau “standar” menulis blog?

Beberapa waktu yang lalu saya terlibat diskusi mengenai bagaimana membuat blog yang ramai dikunjungi orang. Salah satu “fakta” yang muncul dalam pembicaraan adalah bahwa (1) tulisan di blog umumnya pendek-pendek dan (2) pembahasan agak dangkal. Tentu saja tidak semua seperti itu, tapi nampaknya blog yang seperti itulah yang lebih populer.

Ketika kita ingin mengangkat topik yang lebih serius dan mendalam (tentu saja tidak harus otomatis menjadi tulisan panjang), jumlah komentar mlorot. Apakah orang menjadi malas berkomentar dengan berbagai alasan? (Namun artinya tetap membaca artikel itu.) Atau memang orang menjadi malas membacanya? Atau bisa juga “nanti dibacanya pas lagi senggang” (prioritas kedua atau ke-n), yang pada kenyataannya menjadi lupa dibaca?

Terus terang, yang terakhir inilah yang terjadi dengan saya. Seringkali ada tulisan yang bagus, tapi panjang sekali euy! Nanti saja dibacanya. Eh, akhirnya tidak dibaca. Atau URL-nya disimpan untuk dibaca nanti. Itu teorinya. Pada kenyataannya tidak terbaca juga. Semakin mudah mendapatkan informasi, semakin mudah juga melewatkannya.

Dalam era yang serba kekurangan atensi ini, tulisan yang pendek, nyleneh, memang lebih cepat mendapat atensi. Namun durasi dari atensi ini juga tidak panjang. Ini hanya sekedar observasi yang bisa jadi kurang ilmiah.

Mungkin ini memang sifat (nature) dari blog? Jika ini benar, maka jika Anda ingin membuat blog yang populer, tulisan harus pendek-pendek dan isinya yang ringan-ringan saja. Inikah aturan tidak tertulis dari menulis blog?

Artinya bisa jadi tulisan yang lebih dalam dan panjang merupakan “killer application” bagi media tulisan dan cetak konvensional. Aha! (?) Uhuk uhuk!!!

57 pemikiran pada “Aturan menulis blog?

  1. *clingak clinguk*

    tumben saya pertamax.. horee..

    biasanya males pak bikin artikel blog yang terlalu panjang.. segitu aja dulu komennya

  2. Mata kita rasanya memang tidak mampu membaca tulisan panjang di layar komputer dengan cepat. padahal blog adalah sesuatu yang biasanya dibaca dengan cepat (blogwalking), sehingga kalau tulisan jadi terlalu panjang, orang jadi malas untuk berkomentar dan cuma membaca sekilas saja.

  3. Menurut saya, blogger sudah mesti memacu dirinya untuk mau menulis secara mendalam. Tidak selalu tapi mestinya mau memulainya. Cepat atau lambat, blog yang dangkal akan terasa kering dan orangpun singgah untuk berkomentar hanya sekedar ‘urun rembuk’ atau malah nyepam :-P.

    Mungkin artikel yang terlalu panjang kurang menarik minta, kita bisa menyiasatinya dengan paging. Kalaupun masih sepi pembaca dan pemberi komentar, mungkin baru demikian stereotip para blogger Indonesia, pak :-).

  4. Ada tulisan panjang yang biasanya saya baca. Tulisan joelonsoftware dan paul graham misalnya. Tapi persamaan mereka itu sama2 konsisten nulis tulisan yang “matters” buat orang2 tertentu. Setiap baca seolah2 ada sesuatu yang saya gak tau nanti di jelaskan di tulisannya. Jadi bisa baca sampai habis walau tulisannya panjang.

    Kalau boleh request tulisan, saya mau request tulisan tentang security 🙂 Panjang2 juga gak apa2, selama tulisannya “matters” buat kita2.

  5. Pertama, perkenalkan saya adi wirasta, one of big fan…
    Kedua, komentar saya,
    “”tulisan di blog umumnya pendek-pendek””
    – Justru disini letak indahnya blogging. biasanya, tulisan yang pendek, malah jadi memacu pembacanya menelurkan ide-ide yang menarik sehingga memperkaya tulisan blog itu sendiri.
    contoh : view

  6. Gero gero. Panjang atau pendek, yg penting isinya menarik si pembaca, maka pasti itu akan dibaca, entah itu langsung saat itu juga, ataupun di bookmark di delicious atau magnolia atau makhluk semacamnya, untuk kemudian tatkala teringat akan sesuatu yang terkait dengan nada yang seirama maka tinggal search bookmark online. beres. Gero gero. Kalau buat si empunya Blog tentunya yg penting tersalurlah hasrat me(nulis|lukis)nya dengan bebas melalui kanvas blog. Gero Gero

  7. baca blog2 yg populer memang menyenangkan,
    tapi klo judulnya udah ngga ” kena” di hati, aku ngga mau buka .

    walau pun isi blog pendek2, tapi mudah dimengerti( tanpa bahasa aneh2 / sulit2) pasti aku mau baca

    apaan sih..?? kalimatku bolak balik ajeee..

    cheers

  8. u/ blogger Indonesia? Mungkin lebih banyak pecinta tulisan-pendek dengan aneka-ragam tata bahasa ^^v

    Tapi tulisan pendek aja belum tentu dapat atensi kok, Pak.
    Jadi yang dilihat sebenarnya bukan content, tapi siapa yang menulis.
    Itu…kecenderungan sebagian blogger Indonesia..
    *menurut aku*

    Comment dari Galih (#2) juga ada benarnya, kemampuan mata kan terbatas kalo di depan layar monitor.
    Tulisan-pendek ga potensial bikin lelah-mata.
    **meski kalo aku sendiri sih betah2 aja sepanjang aku suka.

  9. Dibaca bukan berarti harus SELALU diberi komentar kan?
    Kecuali si penulis blog memang termasuk orang yang gila komentar… 🙂

  10. kalau kebanyakan bukan blog namanya pak 😛 tapi buku hihihi. tapi kalau bapak yang nulis, pasti saya baca berapapun banyaknya.

  11. Sepengetahuan saya emang begitu Pak, soale typical masyarakat kita yang konon kabarnya muntah dulu lihat buku yang tebel dan tulisan yang panjang, khusus di blog saya, hal tersebut saya istimewakan sehingga saya buat halaman tersendiri di halaman readme pliss

  12. karena faktor komputernya pak…mata akan cepat kepayahan untuk membaca terlalu lama di layar komputer, umumnya pembaca blog masih menggunakan layar crt dengan refresh rate seadanya…apalagi empunya blog menulis dengan font imut imut tambah banyaklah penderitaan si pembaca…

  13. Lebih enak kalau ada gambarnya…..Tapi saya sendiri kadang males untuk cari-cari gambar yang cocok dengan isi tulisan.. 😉

  14. mungkin gini rumusnya:
    artikel pendek —> comment pendek
    artikel panjang –> no comment (soalnya males klo comment panjang)

  15. Bisa jadi artikel pendek itu meningkatkan “rating” blog.
    Tapi, bisa jadi juga begini:
    Mungkin sebenernya, ide yang mau ditulis itu banyak, tapi karena masih pemula, miskin ide, miskin kosa-kata, miskin bacaan, miskin pengalaman, dll. Makanya yang bisa dituliskan di blog itu cuma sedikit. Makanya juga artikel-artikel di blog itu pndek-pndek. Jadi, kalau menurut saya, artikel pendek di blog itu bukan aturan menulis blog yang tak tertulis. Hehehe…

  16. Sekedar ngasih tau…tulisan di blog saya meskipun ga mutu semua…tapi yang paling sering diliat judulnya ” Pake Beha atau tidak?”
    Fenomena apa ya?….hehehe 😀

  17. waduh, padahal saya suka tulisan yang panjang-panjang dan cukup mendalam analisisnya. mungkin gara-gara itu jadi nggak terkenal ya Pak ? 🙂

  18. sebagai sebuah warung persinggahan, ya cukup dengan kata ‘salam’, sebagai media yang diharapkan menampung/meningkatkan kecerdasan rasanya ‘ngga bisa di instan’

  19. visite malam….
    blog yang bagus adalah blog yang bisa ngasih manfaat buat orang lain, informasi-informasi yang dibutuhkan orang banyak gitu

  20. betul banget pak budi…

    saya juga sering ketika browsing menemukan satu bacaan yg panjang dan sangat menarik, tapi sering saya bookmark saja untuk dibaca “keesokan” hari…

    eh..malahan kelupaan sampai2 sekarang masih blum di baca…
    ehehe

    yah saya setuju dengan mas adit..setiap blog punya pasar sendiri-sendiri eheheh…
    tergantung …jual barang2nya berkualitas dan murah itulah yang sering di kunjungi… hehe

  21. setuju sekali. saya juga memikirkan hal yang serupa. berhubung kita lagi hidup di era “snack culture”, tampaknya blog merupakan perwujudan bahwa informasi pun sama seperti makanan ringan, lebih baik sedikit daripada kebanyakan, toh kita memakannya pada waktu luang.

  22. Saya barusan memulai blog yang “butuh dikomentari” … 🙂

    Tapi saya juga punya blog lain, yang survive selama 3 tahun lebih, dengan kurang lebih 250 posting, tanpa komentar sepotong pun!

    Soal bermutu/tidak bermutu.
    Saya lihat banyak juga blog-blog berbahasa inggris yang menyajikan tulisan-tulisan bermutu (dan panjang) yang dikunjungi dan dikomentari banyak sekali pengunjung. Saya juga melihat blog-blog (juga berbahasa inggris) yang tidak bermutu, tapi toh dikunjungi dan dikomentari banyak orang.

    Mungkin ada posting yang berbunyi “Halo apa kabar. Saya barusan makan di Warteg, nih!” kemudian mendapat komentar: (1) pertamax, (2) keduax … dst, lalu (10) apa kabar, (11) asyik (12) saya juga suka warteg, …. dan seterusnya sampai komentar ke seratus …. 🙂

  23. oke deh kalo gitu coba kunjungi blogku yah???
    walau banyak yang plagiat, tapi aku punya prinsip kalo kebaikan kenapa gak diperbanyak gitu loh…..???? sekalian belajar bukan. Thank U Cu L8er

  24. Motivasi orang menulis itu macam-macam lah. Saya sendiri menulis untuk mendokumentasikan gagasan, reportase, catatan… atau apa saja yang saya anggap penting. Sebab, sewaktu-waktu tulisan itu saya ‘panggil kembali’.

    Saya baru kenal blog setelah diajari wartawan senior di Jakarta. Ah… ternyata blog memang luar biasa. Terus terang saja, blog kasih kita peluang tak terbatas untuk menulis apa saja, hal yang tak ada di surat kabar, majalah, atau situs berita mana pun.

    Di blog kita jadi peliput, pefoto, penyunting, pendesain… semuanya. Berkat blog, semua manusia berhak disebut reporter, wartawan.

    Saya sendiri terkejut karena blog saya ternyata masuk Top 40 Blog Indonesia dan bertahan cukup lama. Padahal, saya orang biasa, anak kampung, yang menulis biasa-biasa saja. Saya banyak dapat e-mail, khususnya dari luar negeri, yang mendiskusikan serta mencari informasi lebih dalam seputar materi yang saya angkat.

    Kesimpulan: menulislah! Postinglah apa saja secara jujur dan serius. Jika naskah anda bermanfaatpastilah pengguna internet mampir ke blog anda. Boleh saja pakai macam-macam kiat agar ngetop… tapi prinsipnya tetap di blog content.

    Salam untuk Mas Budi dan para penanggap sebelumnya. Saya sering mampir ke blog anda, tapi baru sempat kasih komentar di sini. Semoga Tuhan memberkati para bloger!!

  25. wah klo gitu buat aja blog yg pendek skalian ya pak…
    nanti saya coba di blog yang berikutnya. saya jadi teringat ttg microblogger yg pernah bapak tunjukkan minggu lalu…
    mungkin itu sebagian manfaatnya, “lebih populer”

  26. yang penting, akses ke internet diperluas segmennya. Kalau bisa, para pengangguran juga dikasih akses. Soalnya, mereka ini kan biasanya yang punya surplus-surplus ide kreatif, tapi sulit meng-ejawantah-kan nya…
    Gitu?

  27. yups, setuju!!!
    emang klo kepanjangan malez baca,
    lagian kan baca blog di waktu senggang,
    jadi memanfaatkan waktu semaksimal mungking,
    tuk dapet info sebanyak mungkin!!!
    yups,
    salam kenal bung… 🙂

  28. kalo aku sih karena ongkos warnet di papua mahal, jadi aku cari artikel bagus, di copy lalu ntar ada waktu baru aku baca, jadi aku kelompokkan sesuai dengan thema dari tulisan yang aku kumpulin, tapi kalo sekiranya tulisannya bagus – bagus banget dan terkini dan sifatnya news biasanya aku baca tuntas. eh, ngomong – ngomong aku udah komentar jadi main – main ke blogku ya ? ku tunggu loh !

  29. tergantung mas…
    kalau di blog saya tetap laris manis biar tulisannya panjang…..

    soalnya materi fisika sma gratis 🙂

    salam kenal

  30. Saya setuju pak dengan tulisan yang pendek, singkat, padat dan jelas. kalo kepanjangan tulisannya nggak saya baca langsung ato biasanya saya lewati aj.

  31. aturan yang harus dipatuhi adalah aturan bahwa tidak ada aturan dalam blog, hehe…
    coz dalam blog kita, yang berlaku adalah aturan kita sendiri

  32. Betul mas, sejauh ini saya lebih suka baca postingan yang pendek. Tapi, postingan yang menurut saya menarik tapi panjang ditempatkan di folder download untuk di baca kemudian.
    Salam kenal…

  33. Memang kalau dipikir menulis sebenarnya pekerjaan yang ringan, tetapi untuk action berat sekali. Butuh ide dan motivasi yang tinggi dalam menulis, kira-kira motivasi apa yang bisa meningkatkan minat menulis?

  34. Saya jg bingung. Kadang ada blog yg saya serius in, riset mendalam, pajang foto2 yang banyak. Dan ini butuh waktu kan krn kadang ada yg hrs di percerah warnanya via photoshop, re-size. Tp hasilnya hanya dikit yg komen. Sedangkan tulisan saya yg kadang sejam jadi, gak terlalu banyak riset dan malah dangkal banyak yg komen. Hahaha knp ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s