Bermanfaat Bagi Orang Lain

Baru saja saya selesai menonton acara TV, “The Secret Millionaire.” Acara ini berisi tentang seorang yang kaya raya, jutawan (dalam poundsterling karena acaranya di Inggris), yang tinggal beberapa hari di sebuah tempat dan mencari siapa / organisasi apa yang dapat dia bantu. Pada akhir kunjungannya dia akan memberikan uang kepada pihak yang dibantu ini. Selama berinteraksi dia berpura-pura membuat dokumenter sebagai orang yang mencari kerja.

Acara ini banyak membuka mata saya. Sebagai contoh, saya jadi lebih tahu bahwa di Inggris banyak orang yang hidupnya susah. Sama susahnya dengan kita-kita yang tinggal di Indonesia. Ternyata di bagian manapun di dunia ini tetap saja banyak orang yang hidupnya susah. Namun yang menarik adalah selalu ada orang yang mencoba meringankan penderitaan orang lain. Yang lebih menariknya, orang-orang yang membantu ini juga bukanlah orang kaya tetapi orang yang hidupnya juga susah. Mereka hanya sedikit lebih baik dari yang dibantu, tetapi tetap orang yang susah. Mungkin karena rasa kesetiakawanan? Atau rasa pernah melalui kesusahan yang dialami?

Untuk membantu orang lain, kita tidak harus kaya dahulu atau mapan dahulu. Kita selalu dapat membantu orang lain dengan berbagai cara. Tentu saja cara yang kita lakukan tidak merisikokan kehidupan kita juga. Selalu ada cara. Paling sedikit adalah atensi. (Mungkin yang paling sedikit lagi adalah dengan berdoa.) Kita selalu mencari-cari alasan untuk menunda membantu orang lain. Shame on us.

Poin yang selalu saya dapatkan adalah bahwa kita harus dapat bermanfaat bagi orang lain. Sebaik-baiknya orang adalah orang yang dapat bermanfaat bagi orang lain.

Iklan

15 pemikiran pada “Bermanfaat Bagi Orang Lain

  1. Iya Benar banget om budi rahardjo.. Untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain tidak harus nunggu kita kaya dulu,, namun selama kita bisa dan ikhlas untuk berbuat baik ya baik dan mulya om.. hehe..

  2. Ketika susah saja, tidak bisa membantu orang lain, apalagi kalau kaya? Tentu akan lebih tidak bisa lagi. Saya yakin itu.

  3. Dan inilah yang dicontohkan nabi kita, bukan begitu Pak?

    Menolong saat lega maupun sempit, karena kita manusia sama seperti mereka 🙂

  4. Ass wr wb, Betul Pak menolong orang banyak cara, dan itu telah terbukti oleh pak busi dengan membim,bing kami (baik skripsi, tesis ataupun disertasi) itu juga bentuk pertolongan dengan menshare ilmu, meluangkan waktu dsb (tidak sedikit dosen yang mudah di persulut atau bahkan yg sulit susah di permudah) yang penting bentuk pertolongan ke orang lain bisa berbentuk yang mudah kenapa harus di persulit dan yang sulit harus di permudah (tentunya terkait dengan hal2 positif)

  5. slogan pak DI juga bagus dan sinkron dengan cerita ini “miskin bermartabat, kaya bermanfaat”

  6. “Untuk membantu orang lain, kita tidak harus kaya dahulu atau mapan dahulu” sangat suka dengan kata² ini, kita membantu orang lain dengan hati dan ikhlas ^^

  7. Mungkin menurut saya pribadi bahwa selalu merasakan kebalikan dari penderitaan orang lain..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s