Tag

, ,

Sebuah pesan masuk ke ponsel saya:

Pak Budi, apakah punya orang yang dapat mendesain rangkaian dengan menggunakan FPGA untuk sebuah proyek. Selain itu butuh orang juga untuk membuat firmware-nya.

Selang berapa lama, ada pesan lain lagi:

Pak, saya butuh orang yang bisa python untuk mengakses data dari database (SQL) kemudian mem-push ke sebuah sistem lainnya.

Pesan-pesan semacam ini sering hadir di ponsel saya. Mungkin karena saya mengajar di ITB sehingga dipikirnya dekat dengan sumber daya manusia yang handal. Kenyataannya adalah susah untuk mendapatkan SDM, talenta, yang dibutuhkan tersebut.

Lulusan S1 dari perguruan tinggi sekarang entah pada lari kemana. Dugaan saya, sebagian melanjutkan pendidikan ke S2. Sebagian lagi bercita-cita menjadi manager. Maka tawaran pekerjaan seperti yang ditampilkan di atas sulit untuk dipenuhi. Bukan hanya ITB saja yang tidak dapat memenuhi itu, perguruan tinggi lainnya, bahkan politeknik dan SMK-pun sulit menghasilkan talenta yang dimaksudkan.

Pendidikan yang ada memang tidak mampu menghasilkan talenta yang siap digunakan. Waktu yang singat dan pelajaran yang mungkin dipaksakan (dijejalkan) kepada siswa tersebut membuat lulusannya hanya memahami kulit-kulit pelajaran saja. (Maha)siswa pun jarang yang mau belajar sendiri di luar apa yang sudah diajarkan di kelas. Mereka sudah puas jika lulus dari mata kuliah/pelajaran tersebut.

Maka, pencarian talenta masih berlanjut.

Oh ya, tawaran yang pertama, yang FPGA itu, masih terbuka.