Seringkali orang Indonesia minder dan menganggap tidak bisa ikut berkontribusi dalam kelas dunia. Saya ingin membuktikan bahwa itu salah. Ini saya beri contoh.
Beberapa waktu yang lalu IBM menawarkan kepada saya untuk ikut bergabung dan berkontribusi dalam program mereka: Global Innovation Outlook (GIO). Program ini berupaya untuk memikirkan dan mengelola inovasi. Setelah saya pelajari laporan sebelumnya (GIO 2004), maka saya putuskan untuk ikut GIO 2005 di India.
Alasan saya untuk ikut sederhana saja. Saya ingin belajar bagaimana IBM mengelola (manage) inovasi. Ini sebuah perusahaan yang nomor satu dalam menghasilkan paten di dunia. Selain itu saya ingin menancapkan “Indonesia” dan “ITB” dalam peta dunia. Kita harus muncul dalam radar mereka (global company). Selain itu tentu saja saya ingin memberikan kontribusi pemikiran (kepada dunia). Let’s make the world a better place to live.
Hasil dari GIO 2005 ini sudah muncul dan dipublikasikan. Silahkan lihat majalah Business Week yang terbaru dan situs web IBM yang terkait dengan GIO 2.0 ini:
http://www.businessweek.com/innovate/content/mar2006/id20060309_855882.htm
http://domino.research.ibm.com/comm/www_innovate.nsf/pages/world.gio2004.html
Lihat di laporan GIO 2.0 bahwa nama Indonesia dan ITB sudah muncul. We can contribute at the global level. Let’s contribute.


Maret 10th, 2006 at 9:01 pm
Saya tunggu hasil di India via blog ini aja ya Mas. Sukse deh.
Maret 11th, 2006 at 10:28 am
[...] [Premis-2] Kekurangan Ide Cemerlang. Generalisasi beberapa kegagalan dan mengabaikan sudah banyak keberhasilan inovasi. Misalnya dalam artikel blog berjudul: Ikut inovasi skala dunia. Premis-2 : Salah [...]