Feed on
Tulisan
Komentar

To Adinoto dan Eep

Tidak biasanya saya slamming orang di media umum, tapi kali ini harus saya lakukan karena saya capek. btw, saya orangnya jarang marah.

Kepada Adinoto dan Eep, kalau Anda tidak suka dengan blog saya silahkan tidak baca. Apa susahnya sih? Anda berdua selalu memberikan komentar negatif terhadap pribadi saya. Silahkan runut komentar-komentar Anda sebelumnya. Satu komentar mah gak papa. (I don’t have to the time to dig into my posts just to do that. Do your own homework.) I just don’t get it. Yang terakhir yang di blogdetik itu. (BTW, saya tidak sensor, saya approve.) Ini yang Anda katakan:

Sumpah boss, lama-lama capek juga hati baca blog sampeyan.

he he he. Ada cara yang gampang; gak usah baca blog saya. Apa itu terlalu susah bagi Anda?

Ya sudah. You are not welcome here. Go away. Anda on top of that, I don’t want to deal with you guys anymore. Bye.

Mau tahu dugaan saya selanjutnya? Pasti ngeyel. he he he. Lihat saja. Untuk apa diladenin. Jadi saya berusaha untuk tidak memberikan komentar apa-apa. [This is not something that I want to discuss. A short reply is available here (in my blogdetik page).]

Tidak usah baca blog saya. Gampang kan?

[Saya jadi ingat seseorang yang tampak manis di depan publik, dengan bahasa yang berbunga-bunga, tetapi di belakang saya tahu bahwa dia luar biasa jahatnya, bajingan yang merusak masyarakat. (Perhaps this has something to do with politics? Kebetulan memang ini ada kaitanya dengan politik.) Bahasanya berbunga-bunga. Terlihat alim dan sopan. halah. Ya, lebih baik tidak usah berhubungan dengan dia saja.

Saya tidak tertarik untuk menggunakan bahasa sopan pura-pura, yang sebetulnya adalah kedok sarkasme. ha ha ha. Tapi kalau saya menggunakan bahasa tulisan saya yang sebenarnya, bakalan tidak tahan pembaca akan kekasaran saya. he he he. So, I'll refrain doing that. Jadi saya batasi diri dengan bahasa yang singkat saja.]

Update. Wah baru tahu Priyadi punya deklarasi yang ternyata relevan. Setuju dengan isinya. Silahkan baca di sini:

http://priyadi.net/archives/2006/08/22/kemerdekaan-dalam-menulis-blog/

A short reply is available here:

http://rahard.blogdetik.com/2008/02/23/blognya-seleb-membosankan/#comment-85

Kepada para pembaca sekalian, ini hanya urusan blog. Tidak perlu dipermasalahkan lebih lanjut. Ini hanya cerita orang yang tidak tertarik dengan blog saja. Itu saja. Tidak lebih dari itu.

243 Tanggapan ke “To Adinoto dan Eep”

  1. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:06 pm g0En

    Sante aja Pak…ini kan ‘rumah’ anda sendiri, jadinya terserah gimana yang punya ‘rumah’ mo ngaturnya..

    memang kita tidak akan pernah bisa membuat senang dan puas semua pihak, pasti akan ada yang ga senang. tp itulah seninya hidup..

    keep writing pak Budi!!!


  2. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:09 pm ranti

    *chuckles*
    Kasiaannn deh mas Budi, disangkain termasuk kelompok selebriti. Bisa kita gossipin dong. teeheehee… :-D


  3. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:12 pm Rayyan Sugangga

    Sabar ya Pak …


  4. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:14 pm wisnuharjantho

    Sing sabar yo Pak…
    Mudah2an waktu Pak BR tidak terlalu tercuri dengan hal-hal yang seperti ini…tetap semangat


  5. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:15 pm Andhi

    Adinoto itu jg jualan mac ya?
    Kalau Eep yang mana lagi neh? Entar, saya cari dulu dech…

    Sante aja Pak, kalau kata Dono, “Pokoke nge-bog…”


  6. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:16 pm Sarah

    Adinoto dan Eep, siapa itu?
    Wah…ndak penting itu… asyikAsyik aja ya pak bR..


  7. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:19 pm Gandhi

    whuaah.. serem jg bc nya. hi8x.. trnyata Pak BR jg bs ngalamin ky gni. :d
    sy jg ada pnah pak, ada yg blang blog sy menjijikan. hiks.. tp kata mba madona blang expres u’r self. hi8x..

    keep writing pak!


  8. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:20 pm hariadhi

    Mungkin becanda yang tidak pada tempatnya, Pak? Maksudnya mungkin baik sih, tapi caranya ga kena. Adanya bukan ketawa malah nusuk hati orang. *halah, kok malah keluar kata-kata orang bijak :lol:

    Hue… kalau saya pernah komen sembarangan maaf ya, Pak. Buat yang lain juga….

    Omong-omong dua tersangka ini siap-siap dapat aliran trefik dari blognya Pak Budi, hehehehe.


  9. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:25 pm mozamal

    sabar pak…lagian itu si adinoto dan eep….ngapain juga kesini kalo gak mau baca n capek baca blog ini, bener pak..keep writing aja pak…..tempur….weksss


  10. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:31 pm Vavai

    Wah, saya kenal Adinoto sedangkan Eep saya kenal via komentar-komentar. Jadi pingin tahu ini karena sebab apa ?

    Soal komentar Adi yang suka straight forward, itu saya pikir soal style saja pak.

    BTW, kalau Adi dan Eep bisa reply via tulisan juga, bisa lebih enak bacanya.

    Mungkin perlu baca thread-thread tulisan terkait supaya bisa lebih enak memahami posting ini.


  11. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:36 pm Eep

    saya cuma fans anda yang kecewa.., dulu saya banyak belajar soal teknologi dari blog2 anda pak BR..

    sekarang kok ga ada lagi.. itu aja..

    atau emang sekarang ilmu jadi mahal sehingga sy ga dapet lagi gratisan..?

    semoga cepat kembali sadar.. bahwa anda adalah aset bangsa ini.. terima kasih..


  12. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:40 pm abahoryza

    nyari trafic apa nyalurin trafic nih?

    apa tebar wacana, blog om adinoto dan om eep mulai naik nehh WAH???

    eh yg adinoto belum ,mereka belum ngeh, tapi blog eep dah masuk jajaran top Click

    SELAMAT UNTUK ADINOTO DAN EEP ATAS PUBLIKASI EFEKTIF DI BLOG INI!!!

    btw, pa BR kok sensitif pak? sabar yah bos, kan masih banyak penggemarmu


  13. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:44 pm Eep

    asik dong..
    kapan lagi traffic naik…?
    :D


  14. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:46 pm abahoryza

    anda dapat bintang dong he he he sekali-kali ente kirim ke tempat ane yah trafic nyah ha ha ha ha ha ha


  15. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:47 pm Yudha P Sunandar

    biasanya komentar2 yang negatif seperti itu mencoba untuk diperhatikan. ada pesan yang pengen disampaikan tapi mungkin caranya dengan memberikan komentar negatif. mudah2an yang ngasih komentar bisa terbuka apa yang mau disampaikan ke penulis blog dan yang nulis blog, bisa menimbangkan saran yang mau disampaikan oleh yang berkomentar.


  16. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:49 pm Eep

    wah saya mau koment di sana ga bisa euy.., kudu punya account dulu ya di blogger..?


  17. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:51 pm abahoryza

    @ eep, ngomong ama siapa? blogger?


  18. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:51 pm Eep

    @abahoryza: wah ternyata ada juga blog di wordpress, tadi ke blogspot mo kasih traffic ga bisa..
    :D


  19. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:54 pm abahoryza

    ha ha ha, yg di blogspot, bisa kok yang open ID, wah kok bisa nggak tau?

    :p

    blogspot ngaish komen mah nambahin trafic ente doang kali he he he he


  20. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:54 pm Eep

    hiyahahahahahaha


  21. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:57 pm IndraPr

    Lihat di daftar top clicks di sebelah kanan, eepinside.com sudah menyusul maia.blogdetik.com, hehehe… :) :)


  22. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:57 pm Belajar Menutup Mulut « Hariadhi

    [...] tribute to Pak Budi. Turut berduka cita dengan semakin banyaknya gerakan kritikus tulisan blognya. Hehehehe. Saya suka [...]


  23. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:57 pm abahoryza

    ada ilmu komunikasi disini berarti yah, berarti emang untuk blogger sekaliber om BR sudah memaenkan fungsi pendidikan yang universal.

    wajar kalo orang IT yang dibawah level om BR masih posting manual alat, review produk dan lain-lain, klo om BR ikutan kan yg lain nggak kebagian trafic.

    so, emang beda level beda model komunikasinya, betul om BR?


  24. di/pada 23 Februari 2008 pada 12:59 pm abahoryza

    @ hariadhi ikut memanfaatkan trafic nyasar, wah kayanya harus segera posting nih


  25. di/pada 23 Februari 2008 pada 1:04 pm abahoryza

    hukum alam emang, nasib seleb itu di komentarin baik itu (+) maupun ( - ), dan siap direcoki adalah ketika kita siap terkenal dan emang seleb itu bukan kehendak kita, itu ngalir sebagai AKIBAT


  26. di/pada 23 Februari 2008 pada 1:06 pm hariadhi

    @abahoryza
    Ndak, lah. Cuma pengen nulis ajah. Saya malah ndak bahagia kalau trefik udah di atas 100 hits per hari. :lol: Repot ngurusnya.


  27. di/pada 23 Februari 2008 pada 1:14 pm abahoryza

    @ hariadhi

    gpp sekalian melatih cara ngurus blog yang bertrafic tinggi


  28. di/pada 23 Februari 2008 pada 1:24 pm venus

    itu lho, mas. bilangin aja, liat ke kanan atas, ada tanda silang, kan? lhaaaa…kalo gak suka, klik aja yg itu, heheheh…


  29. di/pada 23 Februari 2008 pada 1:31 pm hariadhi

    Wah, makasih mas. Tapi ndak deh, tengkyu. Dah pernah nyobain, soalnya. Adanya malah semaput. :lol:

    saya lebih senang punya rumah kecil ala little house on the praire daripada istananya cinderella.


  30. di/pada 23 Februari 2008 pada 1:48 pm Luthfi

    *serasa ngliat chattingan antara eep dgn abahoryza*


  31. di/pada 23 Februari 2008 pada 2:14 pm abasosay

    Wah, ternyata pak BR klo marah kaya gitu to. Berarti saya kemarin cuman disindir halus ya pak. :mrgreen:

    Makasih ya pak.

    *jadi pengamat aja ah…


  32. di/pada 23 Februari 2008 pada 2:23 pm mathematicse

    Wah, kalau saya sih berpikir obbyektif ajah… kadang mengkritik, kadang memuji…

    Maaf kalau ada kritikan yang ga ngenaikn ya Ooom… :D


  33. di/pada 23 Februari 2008 pada 2:24 pm mathematicse

    Wah, kalau saya sih berpikir obyektif ajah… kadang mengkritik, kadang memuji…

    Maaf kalau ada kritikan yang ga ngenakin ya Ooom… :D


  34. di/pada 23 Februari 2008 pada 2:35 pm jarwadi

    hanya orang2 top aja yg dpt banyak kritik so banggalah dgn kritik
    bravo mr BR


  35. di/pada 23 Februari 2008 pada 2:52 pm tehtarik

    Blognya BR gue baca tiap hari…enak, cakupan nya luas dan ngga ngebosenin, mungkin eep dan adinoto cuma orang stress yang sirik aja….ternyata gak cuma rap aja yang suka battle..blogger pun suka battle…


  36. di/pada 23 Februari 2008 pada 3:07 pm abah oryza

    saya rasa adinoto dan eep nggak seperti itu, adinoto yang saya tau emang suka mengkritik, dan yg dikritik emang bukan hanya BR, artikel-artikelnya banyak mengkritik, namun saya rasa masih dalam koridor membangun.

    juga eep saya rasa masih dalam koridor yang wajar, cuman mungkin tergantung sudut pandang kali yah.

    mari saling bijaksana bijaksini


  37. di/pada 23 Februari 2008 pada 3:11 pm blogger battle

    O ya untuk pasangan homo Adinoto+EEP ditantang battle ma BR, terus upload di youtube yach…cheers…

    http://youtube.com/user/lubangbol


  38. di/pada 23 Februari 2008 pada 3:14 pm Donald

    Walah, tambah bingung jadinya buat ngeblog. Mau dibikin takut salah, gak dibikin juga susah.

    Mungkin kembali ke defenisi klasik dari Blog, ya terserah si Empunya kali mau posting apa. Intinya sebetulnya yang saya pahami kan, gimana menyalurkan kenangan kita mengenai pengalaman kedalam bentuk tulisan digital yang di publish (halah teori).

    Bisa jadi dulunya Isinya dikategorikan “Bermutu”, terus sekarang tidak, dapat diartikan juga si empunya lagi Jenuh akan Teknologi. Toh, setiap orang juga punya “hari ” nya juga.

    Tapi saya suka postingan, Pak BR tentang gitaar.. :-)), bisa di kondisikan antara komputer dengan gitar, antara otak kiri dengan otak kanan.


  39. di/pada 23 Februari 2008 pada 3:16 pm Fajar

    :lol:
    menarik2
    kapan ya blog saya di kritik sama bung adinoto and bung eep
    :lol:


  40. [...] Tapi, sayangnya reaksi pak Budi menjadi terlalu berlebihan sehingga beliau sampai merasa perlu memperingatkan Adinoto (dan Eep) dalam sebuah posting di blognya. [...]


  41. di/pada 23 Februari 2008 pada 4:07 pm Kucing garong

    Nyante aja pak…. “Anjing menggonggong, khafilah tetap berlalu”. Anggap aja ini sebagai sarana untuk uji kesabaran. Toh belum tentu semua kritik negatif itu bener2 negatif. Sisi positifnya : masih untung cuma dikritik 2 orang, coba kayak aa gym dikritik orang seIndonesia. *yg terakhir gak nyambung ya.. hihihi :D*


  42. di/pada 23 Februari 2008 pada 4:18 pm Budi Sulistyo

    Di dunia nyata tetap berteman kan, Pak?


  43. di/pada 23 Februari 2008 pada 4:24 pm abahoryza

    stabilitas dunia blog tetep aman kok


  44. di/pada 23 Februari 2008 pada 4:28 pm nasib seleb « Kawah Candradimuka Blogger

    [...] kelanjutan cerita seleb di blog? kayaknya tetep berlanjut seperti dikisah adinoto+eep yang dibahas di sini dan disini . No Comments Leave a Commenttrackback addressThere was an [...]


  45. di/pada 23 Februari 2008 pada 4:31 pm starchie

    @http://abahoryza.wordpress.com/ ; kalau ada pulisi eyd berarti anda pulisi trafik bloger ya pak? :D

    @BR; btw dulu juga saya fans tulisan gbt, tapi sekarang beda mungkin yah? lebih ke starbuck dll. jadi yah spit riding saja …


  46. di/pada 23 Februari 2008 pada 4:36 pm abahoryza

    @ starchie

    ha ha ha ada ada ajah …

    @ BR

    lagi ngeblog dimana yah?


  47. di/pada 23 Februari 2008 pada 4:48 pm adinoto

    Hehehe mas Budi.. mas Budi. Anda toh kenal saya secara pribadi kan? Darimana kok bisa berpikiran tendensius bahwa saya selalu memberikan komen negatif ke blog anda?

    Padahal tulisan saya cuma tulisan komen ga beda dengan posting anda di blogdetik itu you wrote:

    “Sekarang mulai banyak selebriti yang menulis blog. Jadi makin banyak blognya seleb. Awalnya sih menarik karena mereka baru menulis blog, tetapi lama kelamaan membosankan karena tulisannya - maaf - tidak bermutu. Ya seperti petasan, setelah bunyi terus apa ya?

    Tentu saja saya memaklumi bahwa sebagian besar dari mereka masih baru memulai, tetapi saya melihat ada yang tetap saja tidak ada perubahan (untuk menjadi lebih baik). Tidak ada intelektualitas di sana. Bosen…”

    : Wah jadi ga boleh dikasih masukan sama sekali nih? Pembaca yang ga tau asal muasal dilibatkan pula hehehe… waduh ga tau deh saya serba salah mo kasih komentar :D


  48. di/pada 23 Februari 2008 pada 4:56 pm zulharman

    Seiring bertambah besarnya nama, seiring pulalah tanggung jawab yang akan dipikul.


  49. di/pada 23 Februari 2008 pada 5:02 pm sandynata

    hla kapan kita2 ini (blogger cupu) di gosipin? diajak battle? apa gitu kek…

    *seleblog wannabe*


  50. di/pada 23 Februari 2008 pada 5:09 pm sandynata

    masing2 harus pnya sikap saling menghargai dan pengertian, who knows mr budi lagi bosan dengan postingan yg ‘mutu’ ? it happen to me too.. dan itu hak beliau untuk posting gak mutu

    buat yang mengharapkan tulisan pak budi selalu mutu ya tolong saran dan kritik juga disampaikan dalam bentuk yang lebih ’sehat’ dan juga menyadari bahwa ada kalanya orang masuk dalam titik jenuh dalam hidupnya and just wanna have fun!

    toh jika org lain tidak bisa menghasilkan tulisan yang ‘mutu’ knp tidak kita yang justru tergerak untuk menggantikannya mulai menulis tulisan yang ‘mutu’?


  51. di/pada 23 Februari 2008 pada 5:23 pm andre

    Nggak usah takut Pak BR. Saya tahu persis adi dan eep itu aslinya homo. Jadi nggak usah ditanggapin serius ok BOS.


  52. di/pada 23 Februari 2008 pada 5:25 pm abahoryza

    nah, nah udah bawa-bawa “homo”

    *kipas-kipas


  53. di/pada 23 Februari 2008 pada 5:34 pm blogger battle

    @adinoto
    orang juga punya hati lama2 bisa marah juga…sekarang elu juga chicken, postingan orang di moderate, you’re so funny jerk! suka ngritik gak berani di kritik…jaim goblok, blog aing kumaha aing…


  54. di/pada 23 Februari 2008 pada 5:38 pm satya sembiring

    saya pernah kirim komment di blog mereka tapi gak di approve tuh..

    justru karena posting bapak kali ini mereka malah naik popularitasnya


  55. di/pada 23 Februari 2008 pada 5:39 pm Mihael "D.B." Ellinsworth

    Lha, saya kira slamming kayak begitu mah, nggak usah dipikirkan. Tapi untuk kasus ini, kayaknya Mas BR sudah amat menahan amarah. Saya sangat mengerti. :P

    Saya berharap, Pak Budi hanya melakukannya sampai sini. Soalnya kalau diteruskan, maka Pak Budi nggak jauh beda sama Pak Adinoto. :-?


  56. di/pada 23 Februari 2008 pada 5:45 pm awan sundiawan

    Rame juga ya…. :D


  57. di/pada 23 Februari 2008 pada 5:46 pm starboard™

    udah kenal ternyata :D
    http://rahard.wordpress.com/2006/12/16/aku-dan-mac/


  58. di/pada 23 Februari 2008 pada 5:48 pm abahoryza

    kipas-kipas blogger gerah, ayoo ngeblog jangan biarkan amarah membuta.

    jadi inget sebuah ajakan dari beberapa blogger

    “semua blogger basodara”

    yah sama sodara mah biasa ajah kali

    @ blogger battle

    viking lin ente, he he he GALAK euy, inallaha ma’a shobirin euy. yang artinya “sono tanya pa sobirin”


  59. di/pada 23 Februari 2008 pada 6:01 pm scarion

    lah bukannya asik kalo blog kita di-flame sama orang laen? itu kan menandakan bahwa blog kita terkenal.

    *blog ini udah terkenal dari dulu…argh*

    hahah, asik lagi kalo ada komentar flame. kalo kita bales panjang lebar dan orang itu bales lagi berarti sama aja dia bikin blog kita semakin rame. aseek!

    *ditamparin flamer sedunia*

    terus, kalo dia kesel sama blog kita, pastinya dia bakal buka blog kita terus (supaya bisa nyari alesan buat naro komentar sialan; sama seperti para griever di game online). bukankah itu berarti mereka seneng sama blog kita? kekekeke

    *akhrinya setelah naro komentar gak jelas di blognya pak BR, IP adress gue di-ban*

    jahh, blogosphere memang rumit.


  60. di/pada 23 Februari 2008 pada 6:11 pm handarusakti

    Betul Pak BR, orang yang nggak ‘ngeh’ bisanya cuma ngeyel. Keep blogging pak ! Aku lihat blognya Eep dan Adinoto nggak banyak juga [baca : nggak ada] yang disharing.


  61. di/pada 23 Februari 2008 pada 6:12 pm abahoryza

    @ scarion

    ah kayaknya nggak segitu nyah he he he he


  62. di/pada 23 Februari 2008 pada 6:12 pm rendy

    hahahah eep emang kurang seleb… :))
    kayaknya eep memang perlu direview agar jadi seleb :))


  63. di/pada 23 Februari 2008 pada 6:16 pm Biho

    test 1…2…3
    ehem… ada apa nih


  64. di/pada 23 Februari 2008 pada 6:17 pm Oskar

    Hloh sampe di blog-kan begini? Pasti udah di ubun-ubun nih ya Pak BR? (hehe, dulu pernah wawancara, kayaknya bapak orangnya adem ayem ajah).

    Hm… ga tau duduk permasalahannya, nonton aja ah.


  65. di/pada 23 Februari 2008 pada 6:25 pm christiono

    sabar pak :), sabar :) orang sabar disayang yang di atas.


  66. di/pada 23 Februari 2008 pada 6:27 pm abah oryza

    busyet, blog adinoto suspended, apa karena masalah ini yah???


  67. di/pada 23 Februari 2008 pada 6:27 pm hendriadi

    wah komentar langusung Up terus neh, ikutan memperhatikan saja


  68. di/pada 23 Februari 2008 pada 6:38 pm abah oryza

    wait and see


  69. di/pada 23 Februari 2008 pada 7:31 pm Mr.K

    ksatria akan datang belakangan, mbok ditunggu komentar pamungkas sang pemilik blog, untuk menetralisir keadaan.

    We’ll wait for your “closing ceremony” Pak Budi…

    jreng..jreng..jrengg..

    K


  70. di/pada 23 Februari 2008 pada 7:34 pm anton

    heheh sante aja pak. tong kosong kan nyaring bunyinya hehhehe

    anjing menggonggong kafilah berlalu.


  71. di/pada 23 Februari 2008 pada 7:44 pm dudi

    loh pak budi kan juga seleb? seperti yang bapak tulis sendiri kalo di blogdetik ternyata bapak masuk dalam jajaran blog star, sejajar dengan maia, warna dan lain-lain. hihihihi… *gak fokus*


  72. di/pada 23 Februari 2008 pada 7:48 pm abah oryza

    kayaknya closing ceremony belum tuh, nunggu menjelang dini hari, biasanya kan jam wayah kitu suka rajin di depan layar tuh pa BR nyah.

    *lagi nyari pak budi ngumpet di blog mana yah?*


  73. di/pada 23 Februari 2008 pada 8:02 pm Rayyan Sugangga

    Saya melihat blog itu untuk wadah silahturahmi. Blog dibuat seperti kemauan pembuatnya.

    Ada yang memang ingin menulis satu tema saja dan ada juga yang temanya gado-gado. Didalamnya dapat terjadi bermacam-macam jenis diskusi, percakapan, obrolan dan semacamnya.

    Seperti halnya kita berbicara langsung, yang diobrolkan biasanya juga bermacam-macam, dari yang serius atau sekedar obrolan ringan.

    Tidak masalah selama obrolan itu masih dalam koridor penuh etika, tidak mengganggu orang lain dan tidak merugikan orang lain.


  74. di/pada 23 Februari 2008 pada 8:32 pm hutriest

    Ada apa ini.. ada apa ini.. *ekspresi Tora Sudiro*

    Tapi jujur, sejauh yang saya tau mereka-mereka ini orang baek di milis maupun di blog.. yaa dengan kritiknya mas Eep dan Aa Noto dan pak BR marah, tetap ga akan merubah pandangan saya terhadap mereka bertiga.

    Tetap berikan yang terbaik buat negeri ini boss, ribut dikit biasa kok, orang padang bilang *kusut-kusut bulu ayam* lama-lama pada baikan lagi kok

    keep rocking.. halah :D


  75. di/pada 23 Februari 2008 pada 8:34 pm pnsgila

    Yg sabar ya, pak. saya jg pernah ngalamin hal itu, malah lebih parah…


  76. di/pada 23 Februari 2008 pada 8:35 pm agamaku

    Wah, tidak usah marah, Pak. Boros emosi. Lebih baik kalau ada komentar begitu, diketawain aja. BTW, di blog saya banyak sumpah serapah para komentator. Hehehe…

    BTW, masukan dari komentator walau pun seringkali pedas dan keras, tapi banyak juga manfaatnya. Terutama jika sifatnya kritik atau masukan demi perbaikan. Ambil baik/hikmahnya saja.

    Salam.


  77. di/pada 23 Februari 2008 pada 8:59 pm Cecep

    hmm… saya tidak kenal secara pribadi adinoto atau eep. tapi sepertinya tidak ada yg salah dengan komentar mereka berdua. ya samalah seperti junker lainnya :P

    bukan belain mereka, tapi begitulah pendapat saya. tapi kalau memang pak budi nggak mau dikomentari mereka berdua, ya mungkin untuk adinoto dan eep sebaiknya tidak berkomentar disini lagi. yang punya rumah sudah tidak welcome. simpel kan :)

    btw, saya pernah baca tulisan pak budi soal dikritik/mengkritik orang (lupa tautan linknya). hmmm.. bingung mo komen apa lagi. sudahlah… hehe


  78. di/pada 23 Februari 2008 pada 9:05 pm sufehmi

    Dari posting hariadhi :

    ——————-

    Jujur, saya nyaris tidak pernah baca blog pak Budi sekarang ini (kecuali posting yang technical). Yang narsis / curhat saya lewatkan.

    Tapi, saya tidak sampai mengkomentari secara negatif. Lha itu blog punya beliau, ya bebas saja dong.

    Juga, apa beliau pernah berjanji bahwa akan selalu posting yang berguna bagi orang lain ? Seingat saya sih tidak.

    Kritik bisa positif, bisa negatif. Tapi kalau orang selevel Eep, yang setahu saya adalah konsultan HRD, kok bisa terjerumus ke komunikasi negatif, agak mengherankan juga sih.

    Apalagi kalau sampai ada yang berkomentar seperti ini : Sumpah boss, lama-lama capek juga hati baca blog sampeyan.

    Waduh, apa sih gunanya berkomentar seperti itu ? :)

    Kalaupun mau memberi nasihat, kita musti ingat etikanya :

    1. tidak di depan umum
    2. disampaikan dengan cara yang baik.

    Ini standar di agama Islam, kalau di agama lain saya kurang tahu tapi saya kira akan serupa.

    OK, mari kita menyumbang kritik membangun/positif ke kawan-kawan kita.


  79. di/pada 23 Februari 2008 pada 9:05 pm Jenova

    Padepokan Budi Raharjo adalah salah satu blog yang saya hormati di blogsphere. Blognya Pak Budi itu berisi, sehingga saya pun menghormati beliau. Kalo ada orang yang nggak suka ama blog ini tapi masih komen, kayaknya kurang kerjaan amat. Untuk Pak Budi, terus maju, Pak. Stay on the line, keep movin’.


  80. di/pada 23 Februari 2008 pada 11:01 pm danummurik

    Mau traffik naik, jangan pake gituan dong caranya. Tidak sopan mr. Eef .
    (eh memang peduli apa dia dengan sopan santun ya… ;)
    Kang Budi, di EGP aja mereka berdua tuh.


  81. di/pada 23 Februari 2008 pada 11:04 pm Gyl

    Hmmm… RAME


  82. di/pada 23 Februari 2008 pada 11:38 pm abah oryza

    and … it’s over

    and than open a new letter

    *closing ceremony *


  83. di/pada 23 Februari 2008 pada 11:53 pm Koen

    Oom BR. Sahabat yang baik adalah mereka yang menusuk dari depan. Jadi yang macam Aa Nata sama Aa Eep itulah sahabat2 dikau. Lebih berhati2lah pada yang tampak manis di depan, tapi menusuknya di belakang.


  84. di/pada 24 Februari 2008 pada 12:06 am Indra Pramana di Blog Detik » Blog Archive » Sahabat

    [...] Definisi "sahabat" menurut Koen (yang fotonya di blog ini terlihat "galak" dan hal itu diakui sendiri oleh beliau): Sahabat yang baik adalah mereka yang menusuk dari depan. Lebih berhati2lah pada yang tampak manis di depan, tapi menusuknya di belakang. [...]


  85. di/pada 24 Februari 2008 pada 12:48 am hariadhi

    Makin rame, makin cape ngeliatinnya. Pengen bikin kartun aja ah, soal ini.


  86. di/pada 24 Februari 2008 pada 12:54 am Jiwa Musik

    wah… kayaknya aku salah ngeklik di top post, kira’in dapet gosipan baru tokoh, artis ato seleb.

    emangnya eep ini sama ga sih dg anak fisip ui yg dulu pernah heboh digosipin ama sandrina malakiano itukah? lantas apakah adinoto ini yg pernah se geng ama fajri & eko juniarto itukah? aneh2 aj para blogger ini, ga mudeng aku


  87. di/pada 24 Februari 2008 pada 2:20 am bangzenk

    Pak BR, Kang Eep, dan Mas Adinoto..

    Sabarlah.. pejabat teras berantem gini, gimana anak buahnya.. hahahah…

    review aye sebagai pembaca setia, ketiganya punya fans tersendiri..

    so, jangan ribut lah.. hehehe mari saling bermaafan..

    bagaimana Pak BR? Kang Eep? Mas Adinoto??

    atau semua hanya pengecut..

    salamhormat,
    -dariLayar LaptopUsang


  88. di/pada 24 Februari 2008 pada 2:28 am bebex

    bener kata mas koen

    “Sahabat yang baik adalah mereka yang menusuk dari depan.
    Lebih berhati2lah pada yang tampak manis di depan, tapi menusuknya di belakang.”

    saya rasa komen2 mereka di sini, kalo dipandang positif bukannya bisa membangun yah pak ^^

    smangadh!!!


  89. di/pada 24 Februari 2008 pada 3:02 am Priyadi’s Place » Blog Archive » Independensi Blog

    [...] cuma bisa senyum-senyum melihat tulisan Pak Budi Rahardjo yang berjudul To Adinoto dan Eep karena sebenarnya saya sudah cukup sering mengalaminya. Saya sudah tidak ingat lagi berapa kali [...]


  90. di/pada 24 Februari 2008 pada 4:03 am Ade

    *Duduk manis dengan sekantong popcorn*


  91. di/pada 24 Februari 2008 pada 6:46 am Johan

    Pak Rahardjo, saya cuma mau saran. Saya emang ga lebih pinter dari Bapak, tapi kayaknya Bapak terlalu banyak pake kata BTW, kadang tidak pada tempat yang pas. Bukannya saya sok menggurui lho..


  92. di/pada 24 Februari 2008 pada 6:48 am scooterboyz

    Ada yang mau protes di blog saya? Pasti bingung mau protes apa,orang ga ada isinya.. :D

    *clingak-clinguk,salam ganesha,mulai* :D


  93. di/pada 24 Februari 2008 pada 6:48 am ha ha ha

    *minta pop corn sama ade, sambil berisihn muka dari ileur, huahhhh masih ngantuk tapi laperrr*


  94. di/pada 24 Februari 2008 pada 7:07 am Fiz

    Semangat Pak….!!!!!


  95. di/pada 24 Februari 2008 pada 7:53 am geblek

    nunggu balesan pak BR bilang ini kan blog aing kumaha aing lah :)
    susah memang jadi seleb :)


  96. di/pada 24 Februari 2008 pada 8:00 am aLe

    Yang rukun yah,
    sesama blogger dilarang saling mendahului :lol:
    *hehe, serasa kaya peringanan Bus aja*


  97. di/pada 24 Februari 2008 pada 8:19 am daeng limpo

    Yang ke 97


  98. di/pada 24 Februari 2008 pada 8:21 am daeng limpo

    Yang ke 98


  99. di/pada 24 Februari 2008 pada 8:21 am daeng limpo

    Yang ke 99


  100. di/pada 24 Februari 2008 pada 8:27 am abahoryza

    100


  101. di/pada 24 Februari 2008 pada 9:08 am dimasu

    101 ^o^

    ah.. maap, Pak… nyampah…
    tapi saya bangga jadi yang ke 101 :D

    *semoga tidak kena slamming* hihi..


  102. di/pada 24 Februari 2008 pada 9:10 am radit74

    Yang ke 101..Inikan Rumah bapak walau pun cuma ngontrak di wordpress.. :) jadi sudah selayaknya para tamu yang datang ke rumah bapak menghormati sang tuan rumah..tapi jangan lupa juga dengan bisik-bisik tetangga rupanya udah nyampe ke dunia maya juga


  103. di/pada 24 Februari 2008 pada 9:14 am Guh

    Kayaknya saya harus cari akal gimana caranya bisa dislamming sama pak BR. Biar RSS saya (yang selalu full feed untuk memudahkan pembaca) dibaca orang.


  104. di/pada 24 Februari 2008 pada 9:52 am Jiwa Musik

    hi all (kaya’ ngirim imil aj)
    lagunya dah tak kirim tuh
    buat semuanya aj


  105. di/pada 24 Februari 2008 pada 10:49 am yudhi

    *bingung mo komen apa*


  106. di/pada 24 Februari 2008 pada 11:00 am Arrohwany

    Wah bener2 panjang + rame..
    Hampir nggak kebagian tempat


  107. di/pada 24 Februari 2008 pada 11:01 am Arrohwany

    Ndesel2 (sumopek2an) aja ah :)


  108. di/pada 24 Februari 2008 pada 11:02 am Andi Gunawan

    Dinamika jadi Blogger, mendapat kritikan, dunia Blog jadi tambah seru, tulisan yang bermutu banyak ditunggu, gitu lho…

    Ayo para Blogger bikin tulisan yang OK (bermutu) biar banyak manfaatnya bagi para pembaca, kalau tidak pun ya terserah yang nge-Blog, bebas untuk bersuara dan berpendapat tidak lupa bertanggung jawab, segitu aja … salam kenal untuk semua… aku ada di http://WWW.AyoBangkitIndonesiaku.WordPress.com


  109. di/pada 24 Februari 2008 pada 11:16 am yahyakurniawan

    Blog itu khan tempat penyaluran aspirasi pribadi. Dan yang namanya pendapat pasti tidak semua orang sama, bahkan cenderung berbeda-beda.
    Dan yang kurang dari kita, bangsa Indonesia, adalah kemampuan untuk menyampaikan ketidaksetujuan dengan cara yang elegan.


  110. di/pada 24 Februari 2008 pada 11:26 am Yahya Kurniawan

    BTW, ini pertama kalinya saya komentar di sini.
    Salam kenal ya mas


  111. di/pada 24 Februari 2008 pada 11:31 am neorhazes

    wew, konflik karena komentar toh..
    sing sabar pak..

    hehehe..
    somasinya bagus..
    “kalo ga suka, keluar aja, ngapaen disini.”
    iya juga..


  112. di/pada 24 Februari 2008 pada 11:32 am neorhazes

    oh ya tadi saya komen yang ke seratus sebelasx
    …juga seratusduabelasx

    xsxs


  113. di/pada 24 Februari 2008 pada 12:33 pm Hielmy

    peace pak! :D

    kaget jg baca ini…ternyata ada “konflik” antara kalian bertiga… :(


  114. di/pada 24 Februari 2008 pada 1:20 pm sandynata

    @hielmy
    ah lo dasar blogger gak ap tu det!


  115. di/pada 24 Februari 2008 pada 1:29 pm wàsis's

    Yang ke 113

    wong telu2-né ndeso kabeh !! ngono ae tawuran

    ”buntut banget”


  116. di/pada 24 Februari 2008 pada 1:39 pm wol

    wah….
    sumpeh ga tau ada blog ini
    soal kang Eep sama kang Noto
    santai aja sama mereka sih…
    emang mereka suka canda koq berdua…
    *ngibrit


  117. di/pada 24 Februari 2008 pada 1:48 pm Raffaell

    Ikut nimbruung, kayak nya makin seru nih….
    Kalo saya sih…. “seneng di kritik”


  118. di/pada 24 Februari 2008 pada 2:22 pm mathematicse

    Yaaaaaaaaaaaa Om BR kok ga muncul-muncul sih di sini? Jadi, gemana nih klarifikasinya? Katanya suka dikritik dan jarang marah… ayo tunjukkan kejarang-marahannya.

    Kalau ga muncul-muncul malahan terlihat kontradiktif Ooom..

    :D


  119. di/pada 24 Februari 2008 pada 2:25 pm tomyzero

    mas andi gunawan lagi promosi ya…heheheh dapet kaos gak

    buat pak Budi, tenang aja pak ini blog anda terserah anda mo nulis apa aja, emang ada aturan harus nulis yg “cerdas” gitcu….
    berarti blog saya gak cerdas dong…….

    pesan moral :

    ya klo gak mau baca blognya orang laen ya gak usah baca…gitu aja kok repot…..

    klo eneg dengan blog orang laen ya gak usah blogging

    heran, semakin tinggi ilmu kok malah childish…!!!

    ini kritikan apa bukan ya

    ahhh…daripada saling menghujat lebih baik dengerin Black Sabbath…

    tomy——-> penggemar Band-band legend


  120. di/pada 24 Februari 2008 pada 2:30 pm tomyzero

    mas andi gunawan lagi promosi ya…heheh dapet kaos gak

    Buat Pak Budi tenang aja, gak usah ditanggepin lha wong ini blog panjenengan ya terserah mo nulis apa, kan gak ada aturan hrs nulis yg bermutu…..

    berarti blog saya gak mutu dong……..

    pesan moral :

    ya klo gak mau baca blognya orang laen ya gak usah baca…gitu aja kok repot…..

    klo eneg dengan blog orang laen ya gak usah blogging

    heran, semakin tinggi ilmu kok malah childish…!!!

    ini kritikan apa bukan ya…….

    ahhh…daripada saling menghujat lebih baik dengerin Black Sabbath…

    tomy——-> penggemar Band-band legend


  121. di/pada 24 Februari 2008 pada 3:02 pm jalmiburung

    Saya biasa pake iGoogle untuk buka email dan memanfaatkan Tab-nya untuk melihat web dalam kelompok tertentu macam web berita, olahraga dan blog. Ada 3 blog dalam tab saya, Ndorokakung, Padepokan Budi Rahardjo dan adinoto’s blog. Ndorokakung dengan Paklik Isnogud-nya banyak memberikan pencerahan atas masalah2 terkini, Pak BR dan Adinoto banyak memberikan pencerahan soal teknologi dan juga soal merintis Start-up Company. Memang betul blognya Pak BR belakangan ini kurang memberikan pencerahan2 di bidang TI dan juga soal sosial atau nilai-nilai yang dibutuhkan rakyat banyak. Akhirnya, saya jadi jarang membuka blognya. Padahal Pak BR, inilah yang kami harapkan dari orang sekelas Anda. Memang salah juga AA Noto memberikan komentar dengan bahasa yang terlalu lugas. Tapi saya rasa Pak BR juga akan salah juga kalau lantas memutuskan tali silaturahim, seperti tulisan Anda ini I don’t want to deal with you guys anymore. Bye.


  122. di/pada 24 Februari 2008 pada 3:05 pm teguh

    Jadi ingat AA Gym :
    Orang itu seperti teko, kalau isinya air putih keluarnya air putih, kalau isinya kopi keluarnya kopi, kalau isinya teh keluarnya teh,
    he ehe he
    paling sejuk ucapan relijius ya ?


  123. di/pada 24 Februari 2008 pada 3:48 pm hendriadi

    wah mau sampai berapa neh comment dipost ini ya sepertinya maia akan lewat neh


  124. di/pada 24 Februari 2008 pada 4:16 pm IndahJuli

    nambah-nambahin comment ngak penting :D

    gimana sih menilai tulisan orang mutu atau ngak mutu. Dibikin award aja sekalian :D


  125. di/pada 24 Februari 2008 pada 4:34 pm gunungpring

    kalau negatif comment sih nggak apa2x ..
    asal jangan kebanyakan aja hehehehe …
    kan cape juga kalau commentnya negatif terus …


  126. [...] komentar apa-apa sih, cuma sekarang lagi sibuk baca blog-blog yang berkaitan dengan postingan Pak Budi Rahardo tentang postingan beliau [...]


  127. [...] komentar apa-apa sih, cuma sekarang lagi sibuk baca blog-blog yang berkaitan dengan postingan Pak Budi Rahardo tentang postingan beliau [...]


  128. di/pada 24 Februari 2008 pada 7:01 pm maria

    salah satu cara memperoleh link adalh bicara jelek tentang situs lain jadi rupanya anda kepancing he he he


  129. di/pada 24 Februari 2008 pada 7:47 pm adit

    saya berharap pak Br , Aa nata dan kang Eep bisa berdamai…., wahai bapak2 sekalian walau bagaimanapun kalian adalah panutan, setidaknya bagi saya pribadi

    kepahitan ini, akan jd manis rasanya kalau bapak2 sekalian bisa berdamai

    bangsa indonesia sudah lelah dengan berbagai konflik yang tidak terselesaikan, so jangan sampai itu menjalar ke dunia bloghospher

    mudah2an pesan damai segera ter-posting di blog masing2, aamiin


  130. di/pada 24 Februari 2008 pada 7:52 pm Anthy

    Pak BR, dengan segala hormat, sejujurnya memang kalau membaca posting anda di blogdetik tentang tulisan artis yang tidak bermutu, memang bisa membuat panas sebagian (atau banyak) orang. Di komentar yang dulu saya pernah lontarkan bahwa sejelek apapun tulisan orang selama dibuat sendiri dan bukan copy-paste, masih layak untuk dihargai. Tetapi bagaimanapun juga saya juga menghargai buah pikiran pak BR di blogdetik tersebut, walaupun saya merasa akan ada yang “terluka” dengan tulisan itu. Tidak semua orang bisa menulis bagus. Upaya orang untuk mengaktualisasi dirinya lewat tulisan di blog harus kita hargai.


  131. di/pada 24 Februari 2008 pada 8:06 pm StandAlone

    saya juga tidak suka dengan blog Pak BR. Tapi bagaimana saya tidak bisa membaca blog Bapak, kalau seandainya bapak muncul di berbagai agregasi blog? Sebutlah Planet Terasi Net.

    Saya berharap malah blog Pak BR tidak terlist sebagai blog yg diaggregate. Kenapa? Karena Pak Budi terlalu banyak ngejunks. Dan selain ngejunks, tipe RSS nya pun hanya berupa potongan saja, tidak artikel penuh.

    Maaf kalau komentar saya terlalu jujur.


  132. di/pada 24 Februari 2008 pada 8:29 pm technic

    Drpd ngeblog, sebagai seorang professor mending bikin paper ato jurnal pak. Negara kita jelas tertinggal dlm hal ini, apalagi dibanding singapura. Ini contoh kritik membangun loh, hehe.


  133. di/pada 24 Februari 2008 pada 11:05 pm Pake moderasi beneran! « The works of Wiryanto Dewobroto

    [...] sependapat dengan penjelasan di atas. Kesimpulan tersebut saya peroleh setelah membaca salah satu artikelnya yang beberapa hari ini selalu menduduki rangking paling atas dunia wordpress berbahasa indonesia. [...]


  134. [...] (lebih tepatnya fitnah tak berdasar) yang dilontarkan sebagian blogger kepada saya dalam kasus “To Adinoto dan Eep”. Mereka pikir saya berbuat seperti itu karena ingin menaikkan traffic blog saya? Nei nei.., salah [...]


  135. di/pada 25 Februari 2008 pada 5:31 am aJOemOni

    hehehe..
    emang susah jadi artis,
    byk fans.. byk tuntutan..
    :mrgreen:


  136. di/pada 25 Februari 2008 pada 6:17 am Rosyidi

    Sama aku dulu juga banyak yg komen negatif semacam itu. Malah dibilang Sampah. Tapi ya biarin aja, ntar kan capek2 sendiri :))
    hehehe..


  137. di/pada 25 Februari 2008 pada 6:41 am khairulu

    Memang ada ruginya komunikasi pakai teks. Intonasi suara dan bahasa tubuh tidak tampak.

    Saya kira salah paham (dari kedua belah pihak) sangat wajar terjadi, ya…


  138. di/pada 25 Februari 2008 pada 8:11 am silent

    wahahahaha, RAME…!!!
    *gelar tiker, duduk, makan popcorn sambil liat orang2 dagelan :D*


  139. di/pada 25 Februari 2008 pada 8:30 am Jauhari

    Proses tiap hal ada proses


  140. [...] Yah, lumayan terhibur setelah agak stress dengan kasus To Adinoto dan Eep. [...]


  141. [...] situasi kasus To Adinoto dan Eep semakin memanas . Sampai-sampai ada orang yang sengaja membuat sebuah petisi. Saya mengetahuinya [...]


  142. di/pada 25 Februari 2008 pada 8:41 am Hedwig™

    aku yo kesel… tapi koq masih semangat mbaca terus… he he he….


  143. di/pada 25 Februari 2008 pada 8:55 am roffi

    saya masuk sini lewat posting priyadi.. trnyata rame juga euy


  144. di/pada 25 Februari 2008 pada 9:09 am Nike

    Kan blog milik pribadi, mau jerit, nyanyi, sedih, kesel, ngoceh apa pun bebas.
    Mungkin karna blognya Mas BR itu ngetop makanya di untit terus kayak artis infotainment :D


  145. di/pada 25 Februari 2008 pada 9:26 am det

    wah… seru banget nie, komentarnya banyak banget!

    sebagai pemilik rumah, pak budi berhak menerima tamu, atau mengusirnya jika tidak berkenan..

    (tapi ini kan internet, jadi mana tahu kalo tamu itu tetep datang tanpa meninggalkan jejak?)

    tetep berkarya pak!


  146. di/pada 25 Februari 2008 pada 10:26 am zahra

    yagh…mungkin saya bisa bilang hati2 dengan tulisan kita sendiri yang bilang blog***** ga bermutu, tapi tulisan kita ternyata sama ga bermutunya…ibarat menelan ludah sendiri…

    klo sudagh terlanjur bgini antara anda bertiga yang punya sdikit konflik…mohon berdamailah di blogosphere ini…

    peace yo…peace…


  147. di/pada 25 Februari 2008 pada 10:41 am fongfengmode

    An exellent post on a good blog, you can make some money with your blog, like me at http://blogmakemoney1.blogspot.com


  148. di/pada 25 Februari 2008 pada 11:21 am risiyanto

    Sudah seratus lebih komentar, dan tidak ada jawaban dari empunya blog.
    Hit and run?


  149. di/pada 25 Februari 2008 pada 11:27 am Anis

    Menurut saya, kalo tulisan Pak BR belakangan ini agak turun, mungkin karena beliau sedang capek. Udah capek, becek, nggak ada ojek. :-D


  150. di/pada 25 Februari 2008 pada 11:30 am Zan

    Namany juga blog…


  151. di/pada 25 Februari 2008 pada 12:18 pm serdadu95

    ….dan seandainya sebelumnya pada mo baca postingan di blog saya ini>>> http://serdadu95.wordpress.com/2008/02/05/indonesia-dlm-sebuah-retorika/
    mungkin kejadiannya kagak bakalan seperti ini….


  152. di/pada 25 Februari 2008 pada 12:27 pm Ndoro Kakung Pecas Ndahe

    [...] menduga semua ini berawal dari posting “tamparan” Budi pada dua blogger, yakni Adinoto dan Eep. Kepada Adinoto dan Eep, kalau Anda tidak suka dengan [...]


  153. di/pada 25 Februari 2008 pada 12:27 pm leksa

    Sumpah Bos2 semua,..
    lama2 capek baca komentar2 sampeyan!!


  154. di/pada 25 Februari 2008 pada 1:01 pm otakiphan

    wah… saya setubuh!!! ayo ngeblog!!!
    blog-blog sendiri ini, kok diprotes? yang nyuruh baca juga nggak ada kan? :D


  155. di/pada 25 Februari 2008 pada 1:05 pm sufehmi

    Pak BR, dengan segala hormat, sejujurnya memang kalau membaca posting anda di blogdetik tentang tulisan artis yang tidak bermutu, memang bisa membuat panas sebagian (atau banyak) orang.

    Di tulisan yang sama kan pak BR sudah mengaku bahwa beliau juga sama dengan yang ditulisnya ?

    lebih detailnya bisa dibaca disini


  156. di/pada 25 Februari 2008 pada 1:06 pm Alex Budiyanto

    Wah…wah… saya lihat dari kejauhan aja deh, moga-moga saja bisa berakhir dengan baik.
    *berdoa*
    ya…ya…ya, ini copy+paste :-D


  157. di/pada 25 Februari 2008 pada 1:09 pm dobelden

    153 leksa

    Sumpah Bos2 semua,..
    lama2 capek baca komentar2 sampeyan!!

    haha… makanya saya langsung scroll down mas leksa :D

    kayaknya biar islah pak BR ma adinoto plus eep ngadain kopdar aja :P


  158. di/pada 25 Februari 2008 pada 1:13 pm azmi

    ah kalo mau banyak-banyakan komentar, pasti ini masih kalah dari komen di blog priyadi atau di postingan HS tentang kloteran Asus EEE :D


  159. di/pada 25 Februari 2008 pada 1:37 pm boediarto

    mungkin doi lagi ancang2 pengen jadi selebriti blog dengan rajin komentari blog orang.


  160. di/pada 25 Februari 2008 pada 1:40 pm cute cat

    ya biasalah pak br… semakin banyak kenal orang semakin banyak pula gesekan itu wajar. Cara anda mengeluarkan unek2 anda ya monggo saja toh bebas mengemukakan pendapat….


  161. di/pada 25 Februari 2008 pada 1:50 pm daeng limpo

    yang ke 161
    bener-bener pak BR ini menarik…..


  162. [...] dilanjutkan dengan membaca tulisan Budi Rahardjo yang berjudul ‘To Adinoto dan Eep‘ dan pagi ini membaca tulisan ‘Bola Liar “To Adinoto dan Eep”‘ di [...]


  163. di/pada 25 Februari 2008 pada 1:59 pm AlexBudiyanto.Web.ID » Blog Archive » Keributan Itu

    [...] buat blogosphere Indonesia, berita dari Kampung Gajah menuntun saya untuk melihat postingan DISINI dan DISITU. Setelah baca kedua-nya, satu sisi saya setuju “kebebasan menulis” dan di [...]


  164. di/pada 25 Februari 2008 pada 2:32 pm