Etika Berinternet

Belakangan ini mulai muncul beberapa keluhan (dan bahkan kasus) tentang perbuatan yang tidak menyenangkan di Internet. Tanpa bermaksud membuat generalisasi atau menyalahkan siapa-siapa, saya ingin menyoroti masalah ini dari sisi etika.

Ketika internet masih kecil dan penggunanya terbatas, ada banyak panduan mengenai tata cara penggunaan internet. Masing teringat oleh saya yang namanya FAQ (Frequently Asked Questions). Apa masih ada FAQ sekarang ini? hi hi hi.

Saat ini semakin banyak orang menggunakan internet, tetapi tidak ada panduannya. Asumsinya adalah setiap orang yang menggunakan internet sudah tahu etikanya. Padahal … belum tentu. Bahkan, saya cenderung mengatakan sebagian besar tidak tahu.

Salah satu contoh, penggunaan email. Saya melihat banyak orang yang tidak menghapus bagian email yang tidak penting sebagai bagian dari kutipannya. Kalau dulu, jangankan tidak menghapus bagian yang tidak penting, top posting pun bisa ditegur. (Hayo apa itu “top posting”?)

Pernah saya tanya ke mahasiswa saya mengapa sebaiknya kita tidak menggunakan HURUF BESAR SEMUA dalam tulisan kita? Salah satu jawabannya adalah … huruf besar menghabiskan bandwidth lebih banyak. ha ha ha. 😀

Demikian pula saya melihat ada orang-orang yang memberikan komen seenaknya di berbagai tempat (blog), tanpa memperhatikan etika.

Nampaknya perlu ada pelajaran “etika internet 101” 😀

Iklan

24 pemikiran pada “Etika Berinternet

  1. setuju pak, bukan mau menyalahkan juga, jaman sekarang jangankan pengguna internet, admin aja banyak yg ga tau etika

  2. […]
    Pernah saya tanya ke mahasiswa saya mengapa sebaiknya kita tidak menggunakan HURUF BESAR SEMUA dalam tulisan kita? Salah satu jawabannya adalah … huruf besar menghabiskan bandwidth lebih banyak. ha ha ha.
    […]

    wkwkwkwkw.

    padahal tulisan yang di-bold yang menghabiskan bandwith lebih banyak. :mrgreen:

  3. Kalau sekarang, semua pelanggan Blackberry/Push mail pada top-posting semua pak 🙂 Gara2 Gmail, kita juga makin mentolelir top-posting juga pak…

  4. Yang paling banyak dilanggar memang penggunaan CAPSLOCKnya Pak, sampai-sampai saya malas baca kalo ada yg lupa matikan CAPSLOCKnya. Tapi memang kebanyakan ditemukan pada pemula internet, dan kita maklum aja. Yang paling parah sih kalo sudah diingatkan maka bikin darah tinggi orang lain aja.. hehehe..

  5. Saya juga kurang sreg kalo komen pertama ditulis PERTAMAX, KEDUAX atau sekedar Heatrix 3x…

    tapi mungkin mereka punya pandangan lain: terhormat bisa duduk dikursi paling depan, menebar komen dan pesona, ingin terlihat exist…

  6. saat ini internet sudah bisa di akses dari mana saja dan dengan biaya yang sangat murah, kemudian tampilan g u i menjadikan berinternet kelihatan sangat mudah sehingga setiap orang merasa tidak perlu banyak pengetahuan untuk mencoba dan berinternet

    🙂

  7. Kalau diperhatikan soal etika ber-internet, mungkin setidaknya dibutuhkan 2 SKS untuk memberi pelajaran soal etika ini agar suasana ber-internet jadi lebih sehat 🙂

  8. Tul tuh pak! emang kadang ada aja yang usil dan tidak bertanggung jawab. Kalo menurut saya sih internet atau web/blog dll sama halnya dengan sarana publik yang harus dijaga bersama, supaya orang lain yang mencari manfaat dari sebuah web merasa nyaman dan terpenuhi kebutuhannya …. mmhhh….

  9. jiahahahahahah, baru tau kalo HURUP BESAR SEMUA menghabiskan lebiyh banyak benwit 😆

    bener tuh bang, harus ada etika yang jelas supaya tidak asal mangap sadja 😆

  10. Pak Budi …
    Ini benar sekali pak …
    Banyak orang mengenyampingkan etika …
    bukan hanya di jagat maya …
    tapi juga di jagat nyata …

    salam saya Pak

  11. Kembali etika menjadi acuan bagaimana seseorang telah bersikap dewasa dalam berbagai hal termasuk etika berinternet. Menurut saya hendaknya upayanya diawali dari perlunya nama jelas dan nama email dicantumkan secara gamblang. Meskipun ini sulit dilakukan tetapi paling tidak akan mendidik seseorang untuk memiliki etika yang baik dalam berinternet.

    Kita banyak menemukan bagaimana seseorang berkomentar seenaknya, tanpa substansi, tanpa kandungan tanpa sopan santun karena merasa berlindung di balik tak dikenalinya siapa dia pemberi komentar. Dari sini karakter seseorang akan terlhat. Apakah seorang yang berkarakter ksatra ataukah pecundang. Inilah yang menjadi tantangan bag para ahli teknologi informatika.

    Tapi dari pada mengajari bebek berenang atau menggarami laut, ya bagi para peselancar internet harus siap mental saja. Jangan hanya siap dipuji tetapi harus lebih siap dicaci maki.

  12. Bapak, blog saya sekarang menampilkan salah satu menu yang menurut Bapak telah melanggar etika berinternet. Ada menu top posting saya tampilkan. Apakah saya harus menghapus menu top posting di blog saya Pak? Mohon pencerahannya dan bila Bapak bersedia, balas ke email saya ya Pak. Terimakasih telah berbagi Pak.

  13. Menurut saya sih agak susah diterapkan. Tiap-tiap fans klub bola yang berbeda saja sudah sering berantem menggunakan sumpah serapah dalam forum-forum di internet. Belum lagi yang beda politik, artis idola, bahkan agama, bahkan negara juga. 😀

  14. soal email kutipan , karena gmail pake teknologi quote yg canggih kali ya jadi emailnya kayak discuss /forum gitu.

  15. Offline maupun online harus tetap ada etikanya. Etika inilah yang membuat dunia intenet mempunyai sisi kemanusiaan, bukan dunia robot. *Btw apakah komentar panjang juga menghabiskan bandwith?*

  16. Sepertinya perlu diusulkan untuk kurikulum di sekolah deh Pak. Yang dpt email huruf besar siapa , Pak? Bapak y? Berarti Bapak lagi kena marah tuh…

  17. @Cardiyan HIS: pencantuman nama jelas dan nama email malah melanggar etika berinternet yg lain, yaitu “privasi user”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s