Author Archives: Budi Rahardjo

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku

Standar Yang Membingungkan

Standar dikembangkan agar orang tidak bingung dan pembuat produk dapat mengembangkan produk yang dapat disambungkan dengan produk lainnya. Itu teorinya. Kenyataannya adalah ada terlalu banyak standar sehingga hasilnya justru bertentangan dengan tujuan awalnya. Ambil contoh tongkat untuk menyalahkan lampu tanda belok di mobil. Itu ada di bagian kiri atau kanan? Kalau salah maka wiper kita yang justru akan menyala, bukan lampu tanda belok.

Sebagai pengguna kendaraan dengan berbagai merek, maka ketika mengemudi saya sering harus membuat mental picture dulu. Tanda belok itu di kiri atau kanan. Kalau sudah jalan kadang juga bingung. Apalagi kalau pakai mobil pinjaman.

Nah, untuk urusan handphone sama saja. Kalau tombol kembali itu di bagian kiri atau kanan? Di handphone LG saya ada di bagian kiri. Tapi ada juga yang di bagian kanan. Jadi kalau menekan tombol saya sering salah. Hal yang sama juga kalau saya mau melihat proses apa saja yang sedang jalan; apakah saya tekan tombolnya lama atau tekan tombolnya dua kali?

Mumet …


Mau?

Sudah lama tidak pasang foto-foto makanan. Pasang lagi ah.

IMG_5963 ceplok 1000

telor ceplok

IMG_5957 ayam 1000

ayam padang

IMG_5949 sarapan 1000

sarapan di salah satu kopitiam di jakarta


Entrepreneur itu beda-beda

Tadi pagi, saya mengisi kuliah di Sekolah Bisnis dan Management (SBM) ITB programĀ  CCE. Saya menceritakan sisi pandang saya sebagai seorang entreprenenur. Selain saya ada mentor-mentor lain yang memberi pandanganannya yang berbeda dengan saya. Nah itu dia. Entrepreneur itu beda-beda. Tidak ada yang sama.

Kalau Anda membaca buku biografi para entrepreneur, Anda dapat melihat bahwa merekapun berbeda-beda. Pusing tidak? Mestinya sih tidak. hi hi hi.

Anda – sebagai seorang entrepreneur – tentu saja berbeda juga. Maka hal yang dipetik dari para mentor harus disesuaikan dengan Anda. Apakah artinya para mentor itu tidak bermanfaat? Sebaliknya. Para mentor itu bermanfaat untuk dipelajari kesalahan-kesalahannya sehingga Anda tidak perlu terjerumus ke dalam lubang masalah yang sama.


Kontribusi Kita Kepada Umat Manusia?

Kalau kita membaca time line (status) di media sosial, maka yang banyak kita dapati adalah maki-makian. Cercaan. Katanya sih kritik, tapi apa bedanya kritik dengan sumpah serapah? Mestinya ada bedanya ya?

Kalau kita lihat, desain dari media sosial sebetulnya cenderung memberikan arah ke sisi positif. Lihatlah tombol “Like” yang ada di facebook. (Kalau di youtube ada dislike-nya juga.) Namun desain yang cenderung positif inipun masih tertutupi oleh ke-negatif-an para komentator. Lucu ya?

Bahkan berita positif dari orang-orang yang ingin memberikan kontribusi kepada umat manusiapun tidak luput dari komentar negatif. Yang ingin saya ketahui adalah apakah para komentator ini lebih hebat dari yang dikomentari?

Apa ya kontribusi kita kepada umat manusia (society)? Apakah kita hanya memikirkan diri sendiri? (Memikirkan kerjaan sendiri? Sekolah sendiri? Bagaimana mendapatkan uang sendiri?) Pernahkah terpikirkan ingin berbuat sesuatu kepada umat manusia dan kemudian dilakukan? Sekecil apapun merupakan sebuah kontribusi. Tentu saja yang diharapkan adalah kontribusi yang positif, bukan yang negatif.

Memberi komentar negatif, menurut saya, bukanlah kontribusi. Dalih bahwa itu kritik, tidak dapat saya terima. Itu seperti mematikan lilin-lilin kecil yang berusaha dinyalakan untuk menerangi dunia.


Selamat Pagi, Dunia

Satu hal yang sering saya lakukan adalah mencari lagu di pagi hari untuk memberi semangat. Positif. Maka pagi ini sayapun melakukan hal yang sama. Untuk kali ini yang saya pilih adalah lagu “Positivity” dari Suede.

and the morning is for you
and the air is free
and the birds sing for you
and your positivity

Ayo semangat!
Selamat pagi, dunia.


Mencari Pola Kerja Lagi

Kok akhir-akhir ini pola kerja saya berubah lagi. Waktu untuk membaca dan berkontemplasi menjadi tidak ada. Padahal untuk menambah ilmu harus ada waktu untuk membaca. Waktu saya ternyata banyak habis untuk menyelesaikan berbagai hal yang sifatnya harus dikerjakan sekarang juga (alias urgen). Contohnya, hari-hari ini banyak memberikan bimbingan kepada mahasiswa yang batas waktu perkuliahannya sudah hampir habis.

Sampai di rumah juga saya sudah sedemikian lelahnya sehingga sulit untuk menyisihkan waktu untuk membaca tadi. Menulis blog ini juga terpaksa dilakukan menjelang tengah malam. Ugh. Nampaknya saya masih harus menemukan pola kerja yang lebih baik.


Ford SYNC2

Salah satu teknologi yang ditunjukkan pada kunjungan kami ke Ford Design Centre di Melbourne, Australia, beberapa waktu yang lalu adalah SYNC2. SYNC2 adalah teknologi in-car connectivity system, yang pada intinya adalah sistem untuk membantu mengelola berbagai informasi dengan lebih nyaman (dan aman).

Otak dari SYNC2 adalah sebuah perangkat yang biasanya menempati posisi car stereo di mobil kita. Ada layar 8 inci yang dilengkapi dengan touch screen untuk mengendalikan radio, handphone, temperatur, dan penunjuk jalan (peta, arah, dll.). Selain bisa dikomando dengan menggunakan touch screen itu, SYNC2 juga dapat menerima perintah melalui voice. Ketika kita mengemudikan kendaraan, kita bisa memerintahkan SYNC2 untuk menghidupkan radio dan memilih radio yang kita sukai. Atau dia juga dapat digunakan untuk menelepon seseorang, yang dalam hal ini SYNC2 berkomunikasi dengan handphone kita melalui bluetooth.

Tempat pengembangan ini dilakukan di sebuah rangka mobil yang lengkap (tapi tanpa mesin). Jadi kita bisa duduk di kursi pengemudi, nyetir, terus memberi komando ke SYNC2. Keren juga.

IMGP0132 sync2 1000

IMGP0133 sync2 1000

IMGP0134 sync2 1000

Ada yang mengatakan (siapa ya? apa Aris) bahwa orang Indonesia sering kesulitan dimengerti oleh voice recognition system jika mengatakan “zero”, “two”, … (lupa lagi). Mari kita coba. hi hi hi. Ternyata ketika salah satu dari kami mengatakan “two” memangĀ  agak kesulitan dimengerti oleh sistem. hi hi hi.

IMGP0136 sync2 indra 1000

[Indra dari dapurpacu.com mencoba SYNC2]

Semoga bermanfaat.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.761 pengikut lainnya.