Tag Archives: foto

Xiao Long Bao

Sudah lama saya tidak mampir ke restoran ini, Imperial Treasure di Plaza Indonesia, Jakarta. Menu yang menjadi pilihan saya adalah Xiao Long Bao. (Lihat foto.)

xiao-long-bao

Makanan ini di dalamnya seperti siomay tapi ada rasa jahenya sedikit. Di dalamnya ada airnya sehingga ketika digigit, maka air keluar dari “bungkusan”nya itu. Dimakan hangat-hangat (atau kalau gak sabar, panas … ha ha ha). Enak banget.

Makanan ini jarang di temukan di restoran-restoran dan kalaupun ada seringnya restorannya tidak halal. Jadi kalau ke Jakarta dan ke Plaza Indonesia pas jam makan, maka ini pilihan saya.

Sebetulnya tidak itu saja sih yang saya makan. “Teman”nya – yang sebetulnya malah lebih besar ukurannya adalah Lamian (Mie Tarik). Yang ini tidak perlu saya tampilkan fotonya kan? hi hi hi.


Kebanyakan Motret

Baru sadar bahwa saya kebanyakan motret. Maksudnya ada terlalu banyak foto yang belum saya proses dan belum sempat diunggah ke tempat penyimpanan online. Ternyata kebanyakan motret itu juga masalah.

Kalau dahulu, karena film dan untuk mencetaknya menjadi foto mahal, memotret itu harus dipikir dahulu. Orang-orang diatur posisinya, baru dijepret. Apa yang dipotret juga harus dipertimbangkan juga. Tidak main jepret aja.

Sekarang, memotret dilakukan dengan kamera digital. Bahkan cukup dengan handphone. Apa saja dipotret. Toh hasilnya hanya sebuah berkas kecil yang bisa dihapus sesuka kita. Tidak ada biaya untuk afdruk (mencetak menjadi foto). Akibatnya kita – atau, lebih tepatnya, saya – kebanjiran berkas foto. Sekarang mau diapakan berkas-berkas foto ini? au dibuang sayang, tapi mereka ini memenuhi disk saya. Sudah satu 1 TB disk yang penuh. Beli disk lagi gitu?

Sebetulnya yang lebih masalah adalah kurangnya waktu yang ada untuk memilih-milah berkas itu. Daripada waktunya dipakai untuk memilah berkas, lebih baik waktunya dipakai untuk cari uang yang kemudian digunakan untuk membeli disk. ha ha ha.

Seriously, saya lagi pusing dengan berkas-berkas foto ini.


Tempat Koleksi Foto Online

Kehabisan disk melulu. Umumnya karena koleksi lagu dan foto. Nah, saya berniat untuk menghapus koleksi foto di komputer (disk) sendiri. Saya mau upload foto-foto saya ke tempat koleksi online (atau kalau terpaksa, disk online) kemudian saya HAPUS foto-foto itu dari disk saya.

Apakah langkah ini bijaksana?

Saya akan upload berkas-berkas foto tersebut ke beberapa tempat. Just in case. Khawatir kalau layanan tempat koleksi foto tersebut berubah atau malah tutup. Sementara ini saya mengandalkan layanan Google Photos dan Flickr. Ada juga sebagian yang saya upload ke Facebook. (Hanya kalau ke facebook, ukurannya jadi mengecil dan kualitasnya menjadi turun?) Memang yang saya cari adalah layanan yang gratisan. ha ha ha.

Apakah ada saran tempat upload foto lagi? Kalau bisa yang gratisan dan ukurannya bisa besar.


Kopi

Pagi ini dimulai pukul 3:30 pagi di Bumi Serpong Damai (BSD). Semalam ada meeting sehingga saya terpaksa menginap di sana. Pukul 4 pagi meluncur dari BSD menuju Bandung. Ada kelas pukul 8 pagi.

Perjalanan Jakarta – Bandung cukup lancar. Sampai di kampus pukul 7 pagi. Langsung menuju kafe Eititu, yang berada di Campus Center Timur. Mereka belum buka, tetapi karena saya sering makan di sana para pekerjanya sudah hafal dengan saya. Jadi, mereka sedang menyapu dan ngepel tapi saya sudah bisa pesan kopi hitam. Long black.

IMG_20160415_073147

Nendang! Membuat saya terjaga selama kuliah. Eh, sebetulnya tanpa kopi pun tidak masalah. Ini hanya pembenaran saja. he he he.

Setelah mengajar saya pulang karena siang, setelah Jum’atan, ada rapat. Kali ini saya minta dibuatkan kopi lagi. Sama juga, kopi hitam. Ukurannya malah lebih banyak, satu mug. hi hi hi. Lumayan membuat saya lebih terjaga ketika rapat. (Lagi-lagi ini pembenaran.)

Sekarang pengen kopi lagi, tapi kayaknya jatah kopi hari ini sudah cukup.


Kopi Lagi?

Sering kejadian saya merasa ingin minum kopi lagi. Seperti sekarang. Padahal hari ini saya sudah meminum dua cangkir kopi. Katanya sih sehari maksimal tiga cangkir kopi hitam. Jadi gimana? Kopi lagi? Padahal ini sudah pukul 22:30.

Kopi bagi saya bukan untuk membuat tidak tidur. Saya hanya pengen kopi saja. Craving. Soalnya biar minum kopi, tidur sih tidur saja. hi hi hi. Nampaknya keputusan saya saat ini adalah minum kopi lagi.

IMG_0238 kopi bw

[ini foto kopi kemarin pagi]


Mau?

Bagi Anda yang sudah lama mengikuti blog ini pasti sudah tahu bahwa saya suka dan sering sekali memotret makan. Hanya akhir-akhir ini saya melakukannya dengan malu-malu. Sembunyi-sembunyi. Pasalnya, semua orang sekarang melakukannya. Ini sudah menjadi mainstream. Padahal saya anti-mainstream. Waaa.

IMG_9355 lamian

[Lamian – mie tarik]

IMG_9358 xiao long bao

[xiao long bao]

IMG_9349 roti canai

[roti canai]


Memotret Makanan

Beberapa hari yang lalu saya makan malam sambil rapat di sebuah restoran. Ketika makanan datang, maka saya mengeluarkan handphone untuk memotret makanan. Maka para peserta rapat pun tertawa.

Memotret makanan nampaknya sekarang sudah biasa dan malah menjadi bahan tertawaan. Padahal saya sebetulnya sudah memotret makanan dari sejak jaman … hmm … kapan ya. Lupa. Pokoknya sudah lama sekali. Di blog ini pun saya sering menampilkan foto makanan dengan judul “Mau”. Banyak orang yang mengira bahwa saya ikut-ikutan. Padahal orang yang ikut-ikutan saya. ha ha ha. Sok tahu. Eh, tapi ini sungguhan lho.

Nah ini contoh fotonya … Mau?

IMG_20150614_180103 ayam 1000

Alasan saya memotret makanan – dan juga langit (skies) – adalah karena mereka yang paling mudah dipotret. Mereka tidak bergerak dan terlihat menarik untuk dipotret. Saya belum berhasil memotret orang. Jadi alasan saya memotret makanan adalah karena mudah saja. Bukan karena gaya-gayaan. Malah jadi kelihatan bahwa kelas saya baru level makanan. he he he.

Nah … karena memotret makanan sudah menjadi mainsteam, padahal saya agak anti-mainstream, apa saya harus berhenti memotret makanan ya? Waduh.


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.859 pengikut lainnya