Buku Zero to One

Horeee … Selesai baca satu buku lagi. I’m on a roll. Lagi lancar baca buku. Setelah beberapa hari yang lalu menyelesaikan satu buku, barusan selesai baca satu buku lagi. Buku yang baru selesai saya baca adalah “Zero to One” karangan Peter Thiel.

zero-to-one-cover-art

Buku yang ini sebetulnya sudah lama dimulai bacanya, tetapi tidak selesai-selesai. “Masalahnya” (kalau bisa disebut masalah) adalah banyak poin-poin bagus di dalam buku ini sehingga saya harus berhenti dan meresapi poin itu. Baca lagi, berhenti lagi, mikir dulu. Setelah beberapa hari, baca lagi, berhenti lagi, dan seterusnya. Itulah yang menyebabkan lambatnya selesai membaca buku ini. Jadi, buku bagus justru membuat lambat selesai bacanya.

Buku ini bercerita tentang bagaimana membuat perusahaan (startup) yang bagus. Peter Thiel ini dikenal sebagai salah satu pendiri dari PayPal. Sekarang PayPal sudah mereka jual. Pendiri-pendiri PayPal dikenal sebagai “Mafia PayPal” dan mereka kemudian mendirikan berbagai perusahaan yang juga sama (atau lebih) sukses; YouTube, Tesla, SpaceX, dan seterusnya. (Salah satu yang sekarang sedang ngetop tentunya adalah Elon Musk.)

Apa itu “0-to-1”? Maksudnya zero (0) adalah tiada. Tidak ada. Sementara zone (1) adalah ada. Jenis perusahaan yang didirkan sebaiknya adalah yang memberikan layanan atau membuat produk yang dahulu belum ada. Sebagai contoh, dulu belum ada sistem operasi komputer maka kemudian ada Microsoft yang membuat sistem operasi MS-DOS. Dahulu belum ada tempat orang kongkow-kongkow online, sekarang ada Facebook. Kalau membuat kantor cabang dari sebuah usaha yang sudah ada (membuka di kota lain, di negara lain) itu namanya dari “1” ke “n“. Ini tidak terlalu menarik.

Startup yang sukses adalah yang membuat sesuatu yang baru. Jadi jika ada yang ingin membuat sesuatu yang mirip Facebook, Twitter, Google, atau sejenisnya akan sulit untuk sesukses mereka. The next big thing tidak mungkin search engine seperti Google, misalnya.

Selain membuat hal yang baru, buku ini juga menguraikan apa-apa kunci kesuksesan lainnya. Misalnya, kalau kita membuat sebuah produk (teknologi) yang mirip dengan yang sudah ada seperti sekarang maka dia harus minimal 10 kali lebih hebat dari yang sudah ada. (Istilahnya adalah “one fold better”.) Kalau hanya lebih bagus, 20% lebih bagus atau bahkan dua kali lipat lebih bagus, tidak cukup untuk menarik orang ke produk kita. Poin ini juga menarik.

Selain poin di atas, masih banyak poin-poin lain yang penting. Itulah sebabnya saya banyak berhenti membaca buku ini. Mencoba mencerna dahulu poin yang dimaksud. Apa saja poin-poin yang dibahas? Silahkan baca bukunya.

Pokoknya buku ini adalah bacaan wajib bagi yang ingin membuat Startup. Sangat direkomendasikan.

 

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

10 responses to “Buku Zero to One

  • BANDAR KAOS KARAKTER

    Sepertinya buku yang menarik yah pak cocok untuk orang orang yang menyukai hal hal yang baru yang belum ada pada saat ini, bisa juga dijadikan referensi untuk membuat peluang usaha baru sebagai panduan

  • Rifki Luthfi

    Terima kasih, sudah berbagi indormasi yang luar biasa.

  • Sina

    wajib dicoba banget nih sepertinya,,,makasih atas reviewnya pak…

  • dedy

    Kayaknya buku ini perlu dibaca🙂

  • Sandi Iswahyudi

    Kalau beli buku ini di gramedia apa ada pak?

  • FB

    @Sandy, coba ke Periplus saja.

  • Random

    Penulisnya pendukung Donald Trump, menuntut Gawker dari belakang layar (pengecut) dan secara keseluruhan tidak simpatik. Kalau mau diikuti nasehatnya sih silakan, tapi harap diingat kalau penulisnya melihat dari kacamata kapitalistik, pengecut dan antipati terhadap umat manusia.

  • Random

    Oh, satu lagi, penulisnya juga anti pendidikan tinggi. Dia menyarankan agar mahasiswa DO saja, karena pendidikan tinggi tidak berguna kalau ingin menjadi kaya.

  • Budi Rahardjo

    mengenai penulis ini, memang dia punya karakter yang aneh. (baca: tidak menyenangkan. hi hi h.) Soal menyarankan mahasiswa DO saja, sama dengan saya yang menyarankan agar mahasiswa tidak cepat-cepat lulus. hi hi hi. (Yang mengambil kuliah saya mungkin sudah pernah dengar saya berkali-kali mengatakan ini dari dahulu.)

    soal orangnya pengecut dll. memang kadang2 ide datang dari orang yang menyebalkan. secara personal, steve jobs juga kurang menyenangkan (dari yang saya baca dari banyak buku-buku). filosofi dari thiel ini juga kadang gak beres. (dia terlalu opiniated, punya opini sendiri.) jadi kita ambil idenya saja.

  • neng munji

    pengen baca bukunya. dimana belinya ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: