Category Archives: iseng

Balada Dosen

Hari ini, Rabu, saya bisa leha-leha di rumah. Biasanya jam 7 saya sudah harus di kelas. Gara-gara gerhana matahari – bukan, ding, ini hari libur Nyepi – maka hari ini kampus diliburkan. Saya bisa leha-leha di rumah. (Sebetulnya nanti harus kerja juga.)

Kalau tidak ada kuliah, mahasiswa bersorak sorai.

Jangan bilang siapa-siapa ya. Ini rahasia kita-kita saja. Dosen juga sebetulnya senang kalau tidak mengajar. he he he.

HOREEE …


Besok?

Programmer kalau sedang membuat program (koding) sering lupa waktu. Untungnya ada badan yang sering mengingatkan bahwa sudah lelah. Waktunya untuk istirahat. Tapi ada juga programmer yang nekad tetap bekerja dengan menggunakan minuman supplemen.

Semalam saya mau melanjutkan koding, tapi saya lihat sudah jam 1 malam. Lanjutkan besok saja. Eh, bukannya ini sudah besok? Bingung.

Kalau jam 1 malam itu apa tepat disebut “jam 1 malam” atau “jam 1 pagi” ya? Kalau melihat gelapnya, bisa disebut malam. Tapi, kan sudah lewat dari jam 12 – tengah malam. Jadi mestinya bisa disebut juga pagi. hi hi hi.

Kalau bahasa Inggris, ini tidak membingungkan karena ada “AM” dan “PM”. Dalam kasus saya, itu jam “1 AM”. Kalau yang siang, namanya jam “1 PM”. Tidak ada jam “1 morning”. he he he.

Nah soal “besok” itu juga bisa kita persoalkan. Ukuran besok kan hari. Nah kalah jam “1:00 AM” kan sudah beda hari (dari waktu mulai, sebelum jam 00:AM). Jadi semestinya bukan “besok”. Mestinya, dilanjutkan nanti. Gitu saja ya. he he he.


Salah Lokasi (Lagi)

Beberapa hari yang lalu ada sebuah media yang mau mewawancara saya. Mulailah diskusi mengenai jadwal dan tempat ketemuannya.

Jam sekian saya ada di sini
“Kalau waktu lainnya?”
Bisanya setelah saya futsal. Jadi mungkin setelah jam 7 malam lah
“Futsal dimana, pak?”
Futsal di YPKP
“Oh itu di daerah PIK, ya pak?”
PIK? Apa itu?
… [terdiam] …

Setelah saya pikir-pikir, PIK itu kan Pantai Indah Kapuk (PIK). Tapi, itu kan di Jakarta? Eh, bentar. Saya tanya lagi ah.

Mbak, saya di Bandung.
“Ooo, saya kira pak Budi di Jakarta”

Ha ha ha. Ngakaklah saya. Kejadian lagi deh. Diskusi soal tempat ketemuan, tapi ternyata kita membicarakan tempat di kota yang berbeda. Silahkan baca kasus lama saya di Balada Jalan Sudirman. Ha ha ha.


Sumpah Blogger

Saya baru tahu kalau tanggal 27 Oktober dinyatakan sebagai Hari Blogger Nasional. Sebetulnya dulu sempat tahu tetapi sekarang lupa. Saya pikir tadinya semua orang sudah lupa karena blogging sudah mulai ditinggalkan orang dan digantikan dengan tulisan singkat di media sosial. Mungkin orang seperti saya, yang masih menulis blog termasuk yang langka ya? hi hi hi. Saya masih rajin ngeblog sejak tahun 2002. Sudah 13 tahun! Wuih.

Sementara itu hari Sumpah Pemuda, tanggal 28 Oktober, saya masih ingat. Ini karena dahulu waktu SD sering ditanya di soal ujian. ha ha ha. Jadi saja hafal sampai sekarang.

Kalau disatukan, maka jadilah hari “Sumpah Blogger”. he he he. Ngarang saja. Isinya juga tidak tahu apa. Silahkan kasih usulan.

Sumpah Blogger


Kok Dosen Tahu?

Kadang ada mahasiswa yang mau menipu (ngibulin) dosen dengan tugas-tugasnya. (Hal yang serupa dengan siswa dan guru.) Tentu saja modus seperti ini seringkali ketahuan. Sang mahasiswa bertanya-tanya, kok dosennya tahu?

Untuk menjawab pertanyaan itu, saya tampilkan foto (yang lucu) ini.

anak nyalahin dog

Dialog yang terjadi mungkin seperti ini.

Orang tua: Hadoh biyuuung. Siapa yang corat-coret?
Anak: Emm … bukan aku. Dia (sambil nunjuk doggy)
Doggy sambil mendhelik: (aje gile busyet, teganya mas bro)

Tentu saja bagi orang tua akan gampang mengetahui kejadiannya. Sementara bagi sang anak, heran banget. Bagaimana orang tua saya kok tahu? Kira-kira hal yang mirip seperti ini terjadi antara mahasiswa dengan dosen.

Nah. Lain kali jangan coba-coba nipu dosen atau guru ya.


Puasa dan Berat Badan

Ini pertanyaan yang berulang. Mari kita tanyakan lagi. Di bulan puasa ini, berat badan Anda apakah

  1. turun;
  2. tetap;
  3. tambah?

Dahulu saya selalu berasumsi bahwa berat badan kita pastinya akan turun. Logikanya kan kita puasa. Biasanya makan banyak dan sering, sekarang dikurangi. Jadi seharusnya berat badan kita turun.

Kenyataannya, saya pribadi biasanya menemui kondisi nomor 2 yaitu berat badan tidak berubah. Saya tidak tahu alasan sesungguhnya, tetapi dalam karangan saya ini terjadi karena badan menyesuaikan dengan pola makan kita. Boleh jadi kita mengurangi jumlah yang kita makan di bulan puasa, tetapi aktivitas kita juga berkurang. Walhasil, ya berat badan tetap saja.

Saya pernah mengalami penambahan berat badan di bulan puasa. Gak puasa kali ya? Puasa! Demi Allah. (he he he. Mesti pakai sumpah segala.) Heran juga kenapa kok bisa nambah. Mungkin karena sadar puasa maka ada ketakutan kurang gizi jadi makan tambah banyak? Rasanya tidak juga. Alasan yang memungkinkan adalah pada bulan lain jam makan saya tidak teratur. Karena merasa bisa makan kapan saja, maka jadwal makan saya kacau balau. Ada yang makan siangnya telat (karena kesibukan) sehingga berakibat makan malam yang lebih telat sehingga badan bingung. Belum lagi apa yang dimakan gak karu-karuan. Maklum merasa bahwa pola makan bisa diperbaiki kapan saja meskipun tidak dilaksanakan juga. Bulan puasa menuntut saya lebih tertib dalam jam makan dan apa yang dimakan. Hasilnya, berat badan malah naik. Nah.

Kalau Anda bagaimana?


Kapan Sikat Gigi (Ketika Puasa)?

Ini pertanyaan iseng saja. Kapan Anda sikat gigi? Khususnya di bulan puasa ini. Apakah?

  1. sebelum imsak/subuh, setelah sahur;
  2. sambil mandi sebelum berangkat ke kantor / kerja / sekolah;
  3. apa? sikat gigi? gak perlulah …

silahken …


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.764 pengikut lainnya